Infomalukunews.com,Namrole – Harapan keberlangsungan pendidikan anak-anak di Dusun Walafau, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan kembali dibuka. Pemalangan atau sasi adat di SD Negeri Walafau resmi dibuka melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Pembukaan sasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengakhiri persoalan yang sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Dengan dibukanya kembali akses, proses pembelajaran diharapkan segera berjalan normal.
Prosesi pembukaan dihadiri berbagai unsur. Mulai dari pemangku adat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak sekolah, hingga kepolisian dan masyarakat.
Turut hadir Kepala Soa Walafau selaku pemangku adat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru Selatan Momin Tomanussa, Kepala SD Negeri Walafau, Pejabat Kepala Desa Gerwaen, serta IPTU Pol. Bernadus Nurlatu dari Polres Buru Selatan bersama jajaran.
Pendidikan Anak Harus Tetap Jalan
Kadis pendidikan Bursel, Momin Tomanussa menegaskan kepentingan peserta didik menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting adalah pendidikan anak-anak harus tetap berjalan. Setiap persoalan dapat kita selesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, sehingga jangan sampai anak-anak yang menjadi korban,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemangku adat, pemerintah desa, masyarakat, pihak sekolah, dan kepolisian yang bersama mencari solusi. Menurutnya, dukungan semua elemen dibutuhkan agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Musyawarah Jadi Jalan Keluar
Pembukaan pemalangan melalui prosesi adat ini menunjukkan pentingnya pendekatan budaya dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. Kehadiran kepolisian juga memastikan proses berjalan aman dan tertib.
Dengan dibukanya kembali akses ke SD Negeri Walafau, kegiatan belajar mengajar diharapkan segera kembali seperti biasa.
Jaga Sekolah, Jaga Masa Depan Anak
Penyelesaian ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah memastikan layanan, sementara masyarakat, adat, orang tua dan sekolah menjaga lingkungan belajar.
Bagi warga Dusun Walafau, dibukanya sekolah membawa harapan agar anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang, tanpa terganggu persoalan di luar pendidikan.
Dengan semangat kebersamaan, SD Negeri Walafau diharapkan kembali menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi generasi penerus Kabupaten Buru Selatan. (IM-RB)






