Infomalukunews.com,
Dobo,- Masyarakat kabupaten Kepulauan Aru di Himbau untuk tidak terbawa isu-isu murahan yang sementara di mainkan oleh pihak-pihak tertentu, terlebih khusus elit-elit politik yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi,
Bijaknya adalah mari kita lebih fokus mengawal pemerintahan dengan tenang dan nalar kritis yang sifatnya membangun, kata Marko Karelau, salah satu pemuda Aru kepada media ini , Senin 15/9/2025.
“Himbauan untuk seluruh masyarakat Aru terlebih khususnya anak muda Aru agar tidak terbawa isu-isu murahan yang sementara di mainkan oleh pihak-pihak tertentu, bijaknya kita lebih fokus mengawal pemerintahan dengan tenang dan nalar kritis yang sifatnya membangun” kata Karelauw kepada media ini lewat rilisnya tadi pagi
Kini suda waktunya kita dukung jalannya pemerintahan ini, sambil tetap berani memberikan kritik yang membangun itupun kalau ada kebijakan yang tidak menguntungkan masyarakat Aru. Sambung Karelau, dari pada kita terjebak dalam isu-isu murahan yang sementara di mainkan oleh pihak-pihak tertentu, mari alangkah baiknya kita bersama menjaga sekaligus mendukung penuh setiap pembangunan yang sementara berjalan.
Terkait isu dugaan korupsi yang sementara di goreng oleh pihak-pihak tertentu dalam hal ini Bupati Kepulauan Aru yang kembali ramai diperbincangkan publik, Karelau menilai isu tersebut bukan fakta hukum, pada Pilkada Aru 2020 isu itu sempat dimainkan, namun tidak terbukti dan Kaidel tetap lolos pencalonan.
Setelah Pilkada usai, isu itu hilang. Menjelang Pilkada 2024, tudingan yang sama kembali muncul, tapi kembali terbantahkan karena Kaidel berhasil menang hingga pada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) pun, isu itu tidak memengaruhi hasil akhir.
Menurutnya, isu ini hanya sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencoba menggulingkan Pak Timotius Kaidel dalam setiap perhelatan Pilkada.
Menurutnya, ini sarat politik karna di dalam audit BPK ada kata TERINDIKASI tidak sesuai, ini kata yang tidak sesuai dengan standar lembaga auditor BPK, audit BPK itu harus pasti dan terang benderang, ini menunjukan ada dugaan konspirasi yg di buat untuk menjegal calon bupati waktu itu dan mencemarkan nama baik supaya timbul multitafsir di masyarakat dan penegak hukum.
Hal ini juga pernah di sidangkan di internal BPK/kantor BPK di Wayheru dan pada waktu itu BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) sendiri minta maaf kepada Timotius Kaidel, atas ketelodoran yg di buat dan merekomndasikan kepada inspektorat Kabupaten Aru untuk mengaudit ulang temuan ini karna di anggap tidak sesuai SOP
Dengan demikian sebagai Pemuda Aru, saya menegaskan dirinya tetap memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Bupati Timotius Kaidel dan Wakil Bupati Mohamad Djumpa.
Menurutnya, arah kebijakan pemerintah harus dikawal bersama, bukan dipolitisasi dengan isu yang bisa memecah belah masyarakat.
“Korupsi memang musuh bersama. Itu pengkhianatan terhadap kesejahteraan rakyat. Tapi jangan sampai isu korupsi justru dipakai sebagai alat politik untuk menjatuhkan. Katong harus bisa bedakan antara kritik membangun dengan upaya merusak,” katanya.
(DTIM)






