Sadam Bugis; Gubernur Maluku Segera Minta Maaf Kepublik, Karena Sudah Melukai Para Pejuang DOB Malra Raya

- Publisher

Monday, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

 

 

Infomalukunews.com,Ambon-Tokoh Muda Maluku yang berasal dari Maluku Tenggara (Malra), Sadam Bugis mendesak Gubernur Maluku agar meminta maaf ke publik atas pernyataannya yang melukai para pejuang DOB Maluku Tenggara Raya dan tidak menginginkan Maluku Tenggara Raya mekar sebagai Provinsi.

Dengan adanya Kesimpulan Rapat dengar pendapat Komisi 2 dengan Ditjen OTDA yang telah beredar di Publik saat ini pada Point B, terkait Penataan daerah termasuk didalamnya pembukaan moratorium pemekaran daerah dengan persyaratan, kriteria dan indikator yang lebih ketat, jelas dan objektif sebagaimana peraturan perundang undangan.

Tokoh Muda asal Malra, Sadam Bugis, meminta kepada Gubernur Maluku agar segera membuat pernyataan resmi ke publik untuk membatalkan pernyataannya pada tanggal 10 Maret 2025 lalu, senin (28/04/25).

“Kata Gubernur Maluku, Hendrick Lewerissa, kami baru saja mengikuti ret-reat kepala daerah di magelang bahwa tidak ada satu pun narasumber yang berbicara tentang pemekaran wilayah otonomi baru, jadi isu itu hoax. saya Sadam Bugis berpikir seorang gubernur yang berlatar belakang hukum tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan seperti ini dan ini menandakan bahwa gubernur tidak menginginkan kita sebagai orang Tenggara hidup dengan baik, sejahtera, sehat dan menikmati fasilitas negara dengan baik oleh adanya pemekaran provinsi baru di maluku yaitu DOB Provinsi Maluku Tenggara Raya”, ujar Sadam Bugis.

Ia mengatakan, sebagai seorang politisi harusnya berpikir tentang kesejahteraan masyarakatnya. Karena kami semua orang Tenggara menginkan hal yang demikian. Seperti perkataan Melkias Frans pada acara yudisium mahasiswa Unpatti pekan kemarin. Bukan seperti pernyataan Gubernur Maluku itu.

“Saya sangat senang dengan pernyataan Bapak Melkias Frans dalam penyampaianya sangat berapi-api tentang pemekaran ini pada acara yudisium mahasiswa Unpatti kemarin, bahwa Dengan adanya pemekaran maka membuka peluang hidup yang baik buat para mahasiswa yang baru selesai pada stundinya, ini harusnya sebuah contoh yg harus diikuti oleh gubernur Maluku bukan malah membuat pernyataan kegaduhan tentang semangat kita orang tenggara dan daerah lain yang ingin mekar di Maluku”, kata Sadam.

Ia dengan tegas ingatkan Gubernur Maluku agar jangan menghalangi pemekaran Maluku Tenggara Raya sebagai Provinsi.

“Saya mengingatkan kepada Gubernur Maluku bahwa jangan coba coba menghalangi kita untuk mekar sebagai provinsi Maluku Tenggara Raya, karena kita telah siap lahir batin sebagai warga negara yang baik untuk mekar”, cetusnya.(IM-03)

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Gelar Sosialiasi Petunjuk Teknsi SPMB di Kecamatan Leksula 
Jubir Pemkot: Seluruh Program Pembangunan Melalui Mekanisme Perencanaan, Bukan Nepotisme.
Meriahkan HUT RI Ke-81 Dan HUT Ke-25, DPC Demokrat Kota Tual Gelar Lomba Rakyat
PWM Maluku Gelar ToT Agen dan Verifikator SatuMu, Perkuat Tata Kelola Data Muhammadiyah Berbasis Digital
Di HUT ke-81, Watubun Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Desak Penguatan Kebijakan Daerah Kepulauan
Sahertian: Potensi Negeri Adat Harus Dikembangkan, Jangan Hanya Jadi Simbol Budaya
Latukaisupy: Cinnabar Harus Ditata, Bukan Dibiarkan
Kodam XV/Pattimura : Penataan Kawasan Demi Ketertiban, Kenyamanan serta Keindahan
Berita ini 222 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 26 August 2026 - 10:30 WIT

Dinas Pendidikan Gelar Sosialiasi Petunjuk Teknsi SPMB di Kecamatan Leksula 

Wednesday, 26 August 2026 - 09:22 WIT

Jubir Pemkot: Seluruh Program Pembangunan Melalui Mekanisme Perencanaan, Bukan Nepotisme.

Wednesday, 26 August 2026 - 00:16 WIT

PWM Maluku Gelar ToT Agen dan Verifikator SatuMu, Perkuat Tata Kelola Data Muhammadiyah Berbasis Digital

Wednesday, 26 August 2026 - 00:10 WIT

Di HUT ke-81, Watubun Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Desak Penguatan Kebijakan Daerah Kepulauan

Wednesday, 26 August 2026 - 00:01 WIT

Sahertian: Potensi Negeri Adat Harus Dikembangkan, Jangan Hanya Jadi Simbol Budaya

Berita Terbaru