Infomalukunews.com,Ambon-Tokoh Muda Maluku yang berasal dari Maluku Tenggara (Malra), Sadam Bugis mendesak Gubernur Maluku agar meminta maaf ke publik atas pernyataannya yang melukai para pejuang DOB Maluku Tenggara Raya dan tidak menginginkan Maluku Tenggara Raya mekar sebagai Provinsi.
Dengan adanya Kesimpulan Rapat dengar pendapat Komisi 2 dengan Ditjen OTDA yang telah beredar di Publik saat ini pada Point B, terkait Penataan daerah termasuk didalamnya pembukaan moratorium pemekaran daerah dengan persyaratan, kriteria dan indikator yang lebih ketat, jelas dan objektif sebagaimana peraturan perundang undangan.
Tokoh Muda asal Malra, Sadam Bugis, meminta kepada Gubernur Maluku agar segera membuat pernyataan resmi ke publik untuk membatalkan pernyataannya pada tanggal 10 Maret 2025 lalu, senin (28/04/25).
“Kata Gubernur Maluku, Hendrick Lewerissa, kami baru saja mengikuti ret-reat kepala daerah di magelang bahwa tidak ada satu pun narasumber yang berbicara tentang pemekaran wilayah otonomi baru, jadi isu itu hoax. saya Sadam Bugis berpikir seorang gubernur yang berlatar belakang hukum tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan seperti ini dan ini menandakan bahwa gubernur tidak menginginkan kita sebagai orang Tenggara hidup dengan baik, sejahtera, sehat dan menikmati fasilitas negara dengan baik oleh adanya pemekaran provinsi baru di maluku yaitu DOB Provinsi Maluku Tenggara Raya”, ujar Sadam Bugis.
Ia mengatakan, sebagai seorang politisi harusnya berpikir tentang kesejahteraan masyarakatnya. Karena kami semua orang Tenggara menginkan hal yang demikian. Seperti perkataan Melkias Frans pada acara yudisium mahasiswa Unpatti pekan kemarin. Bukan seperti pernyataan Gubernur Maluku itu.
“Saya sangat senang dengan pernyataan Bapak Melkias Frans dalam penyampaianya sangat berapi-api tentang pemekaran ini pada acara yudisium mahasiswa Unpatti kemarin, bahwa Dengan adanya pemekaran maka membuka peluang hidup yang baik buat para mahasiswa yang baru selesai pada stundinya, ini harusnya sebuah contoh yg harus diikuti oleh gubernur Maluku bukan malah membuat pernyataan kegaduhan tentang semangat kita orang tenggara dan daerah lain yang ingin mekar di Maluku”, kata Sadam.
Ia dengan tegas ingatkan Gubernur Maluku agar jangan menghalangi pemekaran Maluku Tenggara Raya sebagai Provinsi.
“Saya mengingatkan kepada Gubernur Maluku bahwa jangan coba coba menghalangi kita untuk mekar sebagai provinsi Maluku Tenggara Raya, karena kita telah siap lahir batin sebagai warga negara yang baik untuk mekar”, cetusnya.(IM-03)







