Refleksi Kader: Jalan Tengah Reformasi HMI di Usia 79 Tahun

- Publisher

Wednesday, 11 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon- Usia 79 tahun bukan angka yang kecil bagi sebuah organisasi kader. Ia adalah usia di mana semestinya HMI tidak lagi sibuk membuktikan siapa dirinya, tetapi mulai berani bertanya: masihkah kita relevan bagi umat, bangsa, dan zaman?

Sebagai kader, saya tumbuh dengan cerita besar tentang HMI—tentang perjuangan, tokoh-tokoh nasional, dan peran historisnya. Namun, di titik tertentu, romantisme itu terasa tidak cukup. Tantangan hari ini jauh lebih kompleks daripada sekadar mempertahankan nama besar. Ketimpangan sosial, krisis moral, polarisasi politik, dan banjir informasi menuntut lebih dari sekadar simbol dan jargon.

Di sinilah “jalan tengah reformasi” menjadi penting.

Reformasi HMI tidak bisa dilakukan dengan sikap serba meniadakan masa lalu, seolah seluruh tradisi adalah beban. Tapi juga tidak bisa dengan bertahan pada pola lama sambil menutup mata terhadap perubahan zaman. Jalan tengah adalah keberanian untuk mengoreksi tanpa membenci, dan melanjutkan tanpa membekukan.

Sebagai kader, saya melihat tantangan terbesar HMI justru ada di dalam dirinya sendiri. Kaderisasi sering kali terjebak rutinitas administratif, kehilangan daya hidup intelektual dan spiritualnya. Diskusi kerap kalah oleh formalitas. Nilai dasar diperbincangkan, tapi tidak selalu dihidupkan dalam laku. Padahal, HMI lahir bukan untuk mencetak kader yang hanya pandai berbicara, melainkan kader yang sanggup berpikir jernih dan bertindak etis.

Dalam relasi dengan kekuasaan, jalan tengah menuntut kedewasaan. HMI tidak anti terhadap negara dan politik, tetapi juga tidak seharusnya larut menjadi alat legitimasi. Sikap kritis bukan berarti membenci, dan kedekatan bukan alasan untuk membungkam nurani. Independen di sini bukan jargon, melainkan sikap moral.

Reformasi juga berarti membuka diri pada isu-isu baru. Dunia digital, krisis iklim, keadilan gender, dan ekonomi politik global bukan isu “di luar HMI”. Jika kader HMI absen dari percakapan ini, maka usia tua organisasi hanya akan menjadi angka, bukan kebijaksanaan.

Namun semua itu akan kosong tanpa persatuan. Perbedaan tafsir, latar belakang, dan pilihan jalan hidup kader adalah keniscayaan. Jalan tengah reformasi mengajak kita berhenti menjadikan perbedaan sebagai alasan saling meniadakan. Dialektika harus menguatkan, bukan memecah.

Di usia 79 tahun, HMI dituntut untuk matang. Tidak reaktif terhadap kritik, tidak alergi pada perubahan, dan tidak tergoda jalan pintas. Sebagai kader, refleksi ini adalah pengakuan bahwa mencintai HMI berarti berani bersikap jujur terhadap kekurangannya.

Karena pada akhirnya, reformasi HMI bukan dimulai dari AD/ART atau forum besar, tetapi dari kesediaan setiap kader untuk kembali bertanya:

apakah nilai HMI masih hidup dalam cara berpikir, bersikap, dan memilih jalan hidup saya? (IM-FR)

Berita Terkait

Wali Kota Ambon Tetapkan Robby Sapulette sebagai Sekda Definitif
DPD IMM MALUKU TEGASKAN ASRAMA HAJI TELAH SELESAI DIBANGUN, DIAUDIT, DAN DIGUNAKAN HINGGA KINI
Warisan Budaya Nua Makara Lewat Tradisi Sofaren Tampil di “Wonderful Sail to Indonesia” Desa Dullah
Pangdam XV/Pattimura Sambut Kedatangan Menteri ESDM RI di Kepulauan Tanimbar
DPD IMM Maluku: Tegaskan. Tidak Ada Dualisme Kepemimpinan PC IMM Buru Selatan, Ismail S. Difinubun Penerima SK Resmi
Kapolda Maluku dan Forkopimda Finalisasi Pengamanan Kunjungan Presiden, Groundbreaking Blok Masela Siap Catat Sejarah Baru Energi Indonesia
Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah
Bupati Hadiri Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda LPJ APBD
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 July 2026 - 15:51 WIT

Wali Kota Ambon Tetapkan Robby Sapulette sebagai Sekda Definitif

Saturday, 18 July 2026 - 10:11 WIT

DPD IMM MALUKU TEGASKAN ASRAMA HAJI TELAH SELESAI DIBANGUN, DIAUDIT, DAN DIGUNAKAN HINGGA KINI

Saturday, 18 July 2026 - 10:04 WIT

Warisan Budaya Nua Makara Lewat Tradisi Sofaren Tampil di “Wonderful Sail to Indonesia” Desa Dullah

Thursday, 16 July 2026 - 19:07 WIT

Pangdam XV/Pattimura Sambut Kedatangan Menteri ESDM RI di Kepulauan Tanimbar

Thursday, 16 July 2026 - 09:05 WIT

DPD IMM Maluku: Tegaskan. Tidak Ada Dualisme Kepemimpinan PC IMM Buru Selatan, Ismail S. Difinubun Penerima SK Resmi

Berita Terbaru