Infomalukunews.com, Ambon,-Irama religi menggema dari jantung Kota Ambon. Bukan sekadar alunan musik, tapi gema persatuan yang lahir dari panggung Festival Seni Budaya Islami dan Pemilihan Duta Qasidah 2025, yang resmi digelar di kota yang dikenal sebagai Ambon City of Music. Sebuah peristiwa budaya yang tidak hanya memukau telinga, tetapi juga menggetarkan rasa kebersamaan di hati masyarakat.
Dengan tema unik berbahasa daerah, “Eratkan Silaturahmi Lewat Seni Qasidah par Ambon Pung Bae”, festival ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kota Ambon. Sebanyak 156 peserta dari berbagai penjuru kota turut ambil bagian dalam kompetisi ini—bukan sekadar lomba, melainkan panggung ekspresi dan syiar Islam lewat seni.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyebut festival ini sebagai jantung baru dalam denyut nadi musik Ambon. “Qasidah itu bukan hanya warisan seni Islami, tapi juga bagian dari identitas musik kota ini. Di saat kita mengembangkan jukulele dan suling bambu, kita juga wajib mengangkat musik Islami agar Ambon City of Music benar-benar inklusif,” tegasnya.
Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya festival sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda. “Musik bukan cuma soal bakat, tapi juga tentang membentuk jiwa dan moral. Ambon harus menjadi teladan dalam membina pemuda dari sisi intelektual, spiritual, dan budaya,” tandasnya dengan semangat.
Festival ini pun tak hanya menghadirkan persaingan di panggung, tetapi juga semangat kolaborasi. Ketua DPD Lasqi Kota Ambon, Abas Rumadan, mengungkapkan bahwa Lasqi siap menjadi mitra aktif Pemkot dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif, termasuk dengan memberdayakan pelaku UMKM lokal.
“Di setiap denting nada qasidah, ada potensi ekonomi yang bisa digali. Maka kami tak hanya fokus pada seni, tapi juga ekonomi kreatif. Kami ingin Lasqi menjadi bagian dari denyut ekonomi musik Ambon,” ujar Abas.
Festival ini diharapkan melahirkan duta qasidah terbaik yang akan membawa nama Kota Ambon ke tingkat provinsi dan nasional. Namun lebih dari itu, acara ini telah menegaskan satu hal penting: di tengah keberagaman musik yang tumbuh di Ambon, seni Islami tetap memiliki ruang yang kuat dan bermartabat. Nada-nada qasidah pun mengalun, menjembatan perbedaan dan mempererat silaturahmi warga Ambon dalam satu harmoni: musik yang menyatukan (VLL-IM)






