Infomalukunews,com. Ambon– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku tak lagi ingin sekadar menjadi pelengkap di panggung politik daerah. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Maluku, Zamroni Syafiy Vanath, secara terbuka menyatakan tekad partainya untuk melakukan lompatan besar pada Pemilu 2029. Dari hanya delapan kursi di level kabupaten/kota, PSI menargetkan ekspansi hingga DPRD Provinsi Maluku, bahkan DPR RI.
Kini, PSI Maluku tengah menggeber mesin partai lebih awal. Tidak seperti pemilu sebelumnya yang baru bergerak tiga bulan menjelang pencoblosan, konsolidasi kali ini dilakukan jauh-jauh hari. Zamroni menegaskan, proses penguatan struktur dan loyalitas kader menjadi kunci untuk menutup celah kelemahan masa lalu.
“Kami tidak mau mengulang kesalahan. Dulu mesin partai telat panas. Sekarang kami hidupkan sejak dini,” tegas Zamroni saat ditemui di Marina Hotel, Sabtu (29/11/2025).
Langkah paling mencolok adalah perombakan struktur kepengurusan. Kepemimpinan PSI Maluku kini didistribusikan lintas wilayah, guna memutus pola dominasi kelompok tertentu dan memperkuat daya jangkau organisasi hingga ke daerah terluar.
“Kami bagi kepengurusan dari berbagai kawasan Maluku. Ini untuk menghilangkan monopoli dan memastikan organisasi tidak elitis,” ujar Zamroni lugas.
Yang paling ambisius, PSI mematok target wajib di enam daerah yang selama ini “kosong kursi”: Buru, Buru Selatan, Seram Timur, Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, dan Kepulauan Aru. Tak ada toleransi gagal.
“Masing-masing daerah harus menyumbangkan satu kursi. Tidak ada pilihan lain,” katanya dengan nada tegas.
Tak berhenti di situ. Partai ini juga menggenjot kesiapan organisasi melalui rapat koordinasi (rakor) yang diformat layaknya gladi bersih, termasuk simulasi verifikasi faktual dan administrasi KPU. Langkah ini diklaim sebagai antisipasi dini menghadapi regulasi kepemiluan yang semakin ketat.
PSI Maluku tampaknya sadar, kemenangan tak bisa datang dari retorika semata. Konsolidasi, kaderisasi, distribusi kekuasaan, hingga kesiapan teknis menjadi senjata utama menembus dominasi partai lama di Maluku.(IM-VLL)







