IM-JAKARTA;- Peradaran Narokaba dan keberadaan Terorisme di Indonesia menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah dan Masyarakat Indonesia. Pergerakan Pelajar Maluku mengapresiasi kinerja polri dan Densus 88 Mabes Polri.
“Narkoba dan Terorisme menjadi ancaman nyata yang bisa merusak generasi dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Maluku ( PB PPM ) Usra Waiulung, saat di konfirmasi pada 31 Maret 2022
Ia mengatakan kalau PPM telah melakukan diskusi tentang ancaman Narcoba dan Terorisme di kalangan anak muda, terutama generasi muda Maluku. Menurutnya, Narkoba dan Terorisme menjadi ancaman nyata bagi Indonesia,
Mahasiswa Pascasarjanah Hukum UMJ yang akrab di sapa Ucha ini mengatakan, Pemerintah harus mengambil langkah serius dalam menangani dua kasus tersebut, terlebih Badan Narkotika Nasional ( BNN ) dan Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT), harus berperan aktif dalam memberantas dua masalah tersebut.
” Kami (PPM) berharap kepada BNN dan BNPT serius menangani peredaran Narkoba dan Terorisme yang terjadi Di Indonesia, terutama BNN harus turun ke lapangan “. Ujar Ucha.
Ucha menegaskan, BNN harus berperan Aktif memberantas jaringan narkoba di wilayah Kesatuan Indonesia. Ia mengatakan, BNN jangan hanya mengambil Anggaran Negara saja. dan panku tangan saja
” Kami harapkan BNN Turun ke wilayah yang rentan peredaran narkoba, jangan hanya membuat kegiatan seminar di hotel hotel atau gencar di Media Sosial, APBN yang diserap harus dibarengi dengan kinerja”. Tegas Ucha
Ucha juga memberikan Aspresiaasi kepada Jajaran Kepolisian terkhusus densus 88 dan Kapolri yang telah mempersempit jaringan Terorisme di Indonesia.
Menurutnya, Jaringan Terorisme di Indonesia saat ini sudah masuk disemua lini Organisasi, untuk itu Ucha memberikan semangat kepada Jajaran Kepolisian untuk memberantas jaringan Terorisme di Indonesia.
” Kami berterimakasih kepada Kapolri dan Densus 88 yang telah gencar memberantas jaringan Terorisme di Indonesia, saya menduga Jaringan Terorisme sudah masuk di semua organisasi, untuk itu kami PB -PPM memberikan Support kepada Kepolisian dalam memberantas Jaringan Terorisme”. Pungkasnya
Dalam kegiatan Seminar tersebut, hadir Nasir Abas selaku Konsultan Senior Lembaga Penelitian DASPR, Sekretaris DPP IMM Akmal Aceh, Mahasiswa Dektoral Mustafa Internasional University Teheran Iran Syahrul Ramadhan sebagai narasumber.
Nasir Abas berharap kalau mahasiswa harus lebih berhati-hati dalam mengikut organisasi-organisasi yang terlalu panatik terhadap satu pemikiran dan terlalu tertutup. Mahasiswa harus berani membaca semua buku dan semua pendapat untuk dapat mengimbangi pemikiran satu dengan yang lain, agar tidak terjebak dengan idiologi tertutup.
Sementara, Akmal menegaskan kalau mahasiswa terutama PPM harus belajar dari kejadian-kejadian yang terjadi dan harus sadar kalau narkoba dan terorisme adalah barang berbahaya yang harus di hindari.
Sedangkan, Syahrul mengatakan kalau harus ada gerakan untuk memurnikan kurikulum pendidikan kita di Indonesia terutama tentang bagaimana pengajaran yang cenderung menampilkan hal-hal kekerasan hukuman dan lain sebagainya. Mahasiswa jangan terlalu panatis terhadap idiologi apapun.(IM03)







