Infomalukunews.com, Polda Maluku – Upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di wilayah Maluku terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem perlindungan yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga masyarakat, media, serta seluruh elemen masyarakat melalui Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku Tahun 2026.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menghadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku yang digelar di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Ambon, Jumat (12/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Maluku didampingi Kanit 1 Subdit IV PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku AKP Lilian J. Siwabessy, S.Sos., M.H.
Forum strategis ini turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Komisioner Komnas Perempuan dan Anak, jajaran pemerintah daerah, perwakilan instansi terkait, jurnalis perempuan Maluku, serta pimpinan organisasi dan lembaga masyarakat yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku Tahun 2026 dibuka langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Veronica Tan.
Dalam arahannya, Veronica Tan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut sebagai ruang bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ia mengajak seluruh perempuan Maluku untuk terus menjadi bagian dari perubahan dan menyuarakan nilai persatuan, kepedulian, serta perdamaian dalam membangun daerah.
Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum.
“Ketika kita bersatu maka kita bisa maju dan berkembang. Persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujar Veronica Tan.
Ia juga mengapresiasi langkah Kepolisian yang terus memperkuat penanganan perkara perempuan dan anak melalui penguatan struktur dan fungsi pelayanan perlindungan perempuan dan anak.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau sebagai wadah memperkuat sinergitas dalam menjawab berbagai persoalan perempuan dan anak di Maluku.
Menurutnya, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesenjangan pendidikan, kesehatan, serta berbagai tantangan sosial lainnya membutuhkan perhatian bersama.
“Kita membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, maupun seluruh komponen masyarakat untuk memberikan perlindungan terbaik bagi perempuan dan anak,” kata Gubernur Maluku.
Pada kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen kuat dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
“Polri melalui Polda Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi, tetapi membutuhkan kolaborasi bersama,” ujar Kombes Pol Rositah.
Ia menjelaskan bahwa Polda Maluku terus mendorong penguatan pelayanan dan penanganan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak melalui unit yang memiliki fungsi khusus dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta penegakan hukum.
“Kehadiran Polri bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun upaya pencegahan, edukasi, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Maluku,” tambahnya.
Kombes Pol Rositah berharap Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau dapat menjadi momentum memperkuat komunikasi, membangun kepedulian bersama, serta menghasilkan langkah konkret dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.
“Melalui forum ini, kita ingin memperkuat pesan bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Polda Maluku siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang aman, berkeadilan, dan sejahtera,” pungkasnya.(IM-03)





