Pemkot Ambon Perkuat Kapasitas BUMDes Melalui Business Feasibility Bootcamp

- Publisher

Wednesday, 25 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews,com. Ambon-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta, dalam kegiatan Workshop bertajuk “Business Feasibility Bootcamp untuk BUMDes” yang digelar Selasa (24/2/26) di Hotel Pasific.

Dalam sambutannya, Wawali mengutip ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 yang menegaskan bahwa BUMDes merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa untuk mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, serta menyediakan layanan demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

“BUMDes bukan sekadar entitas usaha, tetapi instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa,” ujar Toisutta.

Ia menekankan bahwa pembangunan BUMDes tidak cukup hanya dengan penyertaan modal, baik dari desa, masyarakat maupun kerja sama dengan pihak ketiga.

“Membangun BUMDes membutuhkan kesiapan kelembagaan yang kuat, dasar hukum dan legalitas yang jelas, sumber daya manusia yang jujur, kompeten dan profesional, serta perencanaan usaha yang matang berbasis potensi desa. Dukungan pemerintah desa atau negeri, BPD atau Saniri, dan masyarakat juga menjadi faktor penentu keberhasilan,” tegasnya.

Menurut Wawali, pelaksanaan workshop ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola BUMDes dalam menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara terstruktur, profesional dan berorientasi pada keberlanjutan. Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan yang semakin ketat, BUMDes dituntut memastikan setiap unit usaha layak secara finansial, operasional maupun pasar.

“Peserta harus memahami studi kelayakan bisnis secara menyeluruh, mulai dari analisis pasar, aspek teknis, keuangan hingga manajemen risiko. Dengan demikian, BUMDes dapat mengambil keputusan yang tepat, meminimalkan risiko kerugian dan memaksimalkan potensi desa,” jelas Wawali.

Dirinya berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan jejaring antar-BUMDes maupun dengan mitra pihak ketiga.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa,” tandasnya.

Wawali juga turut menyampaikan apresiasi kepada lembaga pengembangan ekonomi dan kebijakan publik yang telah mendukung Pemkot Ambon dalam penyelenggaraan workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut.(IM-VLL)

Berita Terkait

Pelantikan 10 Pejabat di Aru, Bupati Timotius Kaidel Minta Kerja Cepat dan Tinggalkan Ego Sektoral
Bentrok Antar Pemuda, berhasil diredam aparat keamanan, Masyarakat diminta jangan terpancing.
3 Minggu Batal Terus! Warga Pulau Kur Geram, KM Lobster Tak Kunjung Berlayar
Kementrian PU Survei Infrastruktur di Buru Selatan 
Kejati Maluku Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BRI dan Proyek Jalan Namlea–Samalagi, Rp100 Juta Diserahkan sebagai Barang Bukti
Wakil Bupati Kepulauan Aru Resmi Tutup Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SD melalui Metode Matematika GASING 2026
Kejari Ambon Tetapkan 2 Tersangka Korupsi PT Dok dan Perkapalan Waiame, Kerugian Negara Capai Rp18,96 Miliar
Wali Kota Ambon Buka Konsultasi Publik Tahap II KLHS dan Revisi RTRW, Dorong Penataan Kota yang Berkelanjutan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 06:29 WIT

Pelantikan 10 Pejabat di Aru, Bupati Timotius Kaidel Minta Kerja Cepat dan Tinggalkan Ego Sektoral

Thursday, 6 August 2026 - 14:58 WIT

Bentrok Antar Pemuda, berhasil diredam aparat keamanan, Masyarakat diminta jangan terpancing.

Thursday, 6 August 2026 - 14:56 WIT

3 Minggu Batal Terus! Warga Pulau Kur Geram, KM Lobster Tak Kunjung Berlayar

Thursday, 6 August 2026 - 14:26 WIT

Kementrian PU Survei Infrastruktur di Buru Selatan 

Wednesday, 5 August 2026 - 19:17 WIT

Kejati Maluku Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BRI dan Proyek Jalan Namlea–Samalagi, Rp100 Juta Diserahkan sebagai Barang Bukti

Berita Terbaru