IM-Ambon.-Seorang Waria Abudin Laila Alias Roro Alias Vina tewas di sebuah rumah kosong,tubuhnya yang tidak bernyawa di temukan tak jauh dari salon miliknya di kompleks Amboina, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Pemilik salon Vina ini di temukan pertama kali oleh dua rekannya, Rahma Lussy dan Tin,
Penemuan jasad korban itu pun sontak menggegerkan warga di kawasan tersebut,Warga dan rekan-rekan korban yang penasaran mendatangi lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban.
Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Moyo Utomo menjelaskan.
“Awalnya kedua rekan korban mengunjungi salon milik korban,rekan korban, Rahma dan Tin sempat mengetuk pintu dan memanggil nama korban berulang-ulang kali namun tidak ada jawaban,Mereka berdua kemudian memutuskan untuk pergi. Namun saat sedang berjalan melewati sebuah rumah kosong tak jauh dari salon milik korban, Rahma dan Tin mendengar bunyi nada dering panggilan telepon seluler dari dalam rumah kosong tersebut,Kedua saksi kemudian menyalakan senter handphone untuk menerangi rumah yang gelap dan melihat korban Yang tak bernyawa,” Ujar Ipda Moyo.
Kedua saksi Pun meminta bantuan warga sekitar untuk melihat kondisi korban. Warga yang mengetahui kejadian itu selanjutnya melaporkan penemuan mayat korban ke Polsek Sirimau.
Polisi yang mendapat laporan mendatangi lokasi kejadian sekira pukul 20.50 WIT,Kapolsek Sirimau, AKP Made Aris Candra Putra bersama SPKT Polsek Sirimau tiba di TKP. Dan Tim Inafis Polresta Ambon tiba pukul 21.33 WIT untuk olah TKP.
Polisi yang memeriksa lokasi kejadian mendapati barang milik korban berupa satu unit handphone merek Nokia berwarna putih, dan uang Rp23.000.
“Dari hasil penyelidikan, sebelum temukan tewas, korban terakhir kali terlihat tengah duduk dalam salonnya itu Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIT,Ketika itu korban sempat disapa oleh seorang pria bernama Ridwan Buseri (30) tahun. Namun korban hanya diam selanjutnya Ridwan berlalu pergi menuju kawasan Jalan Baru.”Lanjut Ipda Moyo
Jenazah korban kemudian devakuasi ke RS Bhayangkara untuk lakukan pemeriksaan.
“Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban juga menolak lakukan otopsi, mengikhlaskan kepergian korban.”Tutup Ipda Moyo.(IM03)






