IM-Piru,– Pemeriksaan Khusus Dana Bos SMPN1 Manipa terkesan tidak serius oleh Inspektorat Kab.SBB.(16/05/2023).
Sudah hampir 1 Tahun pemeriksaan terkait Adanya Dugaan tindak pidana Korupsi Anggaran Dana Bos SMPN1 manipa bergulir dan terkesan berjalan di tempat, mulai dengan adanya alasan tidak ada anggaran untuk tim Audit sampai dengan alasan kesibukan.
Berulang – ulang kali media infomalukunews.com mendatangi Inspektorat Kab.Seram Bagian Barat untuk mengecek perkembangan kasus Dugaan penyelewengan uang Negara ini, tetapi hasilnya nihil, bahkan sampai mendapatkan ancaman dari pihak pegawai Inspektorat, entah apa yang ada di dalam pemikiran mereka, seolah – olah ada hal – hal yang yang sengaja di turup – tutupu atau di biarkan atau juga di duga adanya kompromi dengan pihak – pihak tertentu.
Pada hal sebelumnya sudah ada staidmen dari ketua tim Pemeriksaan Khusus dari Inspektorat Kab. Seram Bagian Barat, Zusi Lita Manuputty saat di temui oleh media infomalukunews.com di kantor inspektorat di Air Kuning Jln. Trans Seram Desa Eti, Kec.Seram Barat, Kab. Seram Bagian Barat bahwa hasil pemeriksaan sudah hampir rampung dan akan segera di limpahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Seram Barat.
Menurut zusi Lita Mahuputty, ketua team pemeriksa APIB untuk Manipa, beberapa bulan yang lalu bahwa, dalam penjelasannya mahuputty kita sedang menyusun laporan hasil pemeriksaan dan tinggal mencocokan Kwitansi belanja dengan Toko sebagai bukti pertanggung jawaban, apakah sudah sesuai dengan bukti laporan pertanggung jawaban atau tidak.
Menurut Mahuputty bahwa ada temuan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret kepala sekolah SMPN 1 Manipa ini ada temuan penyalagunaan dari Kepsek tersebut,
Di antaranya proses pembayaran gaji honorer yang tidak di bayarkan sesuai dengan kesepakatan bersama, malah hanya di bayarkan separuh atau tidak full sesuai dengan ketentuan yang sudah di sepakati bersama serta belanja barang dan jasa yang tidak sesuai dengan kwitansi pembelanjaan berdasarkan hasil pemeriksaan khusus.
“Ada temuan lainnya juga, tetapi kita mesti mendalami apakah sudah sesuai atau belum dengan data yang ada.
Dan kami belum bisa membuka kepada publik terkait dengan hasil temuan ini”. Ucap Manuputty pada saat itu.
Kepada media ini, Mahuputty menjelaskan bahwa dalam bulan ini semua hasil pemeriksaan pasti sudah rampung dan akan di tindak lanjuti oleh pihak kejaksaan negeri seram bagian barat, pada kenyataannya tidak seperti yang di ucapkan oleh Manuputty, malah pada saat di konfirmasi lewat pesan Whadsaap Manuputty selalu beralasan bahwa yang bersangkutan masih sibuk dan tidak bisa di ganggu.
Saat Media ini mendatangi kantor Inspektorat untuk mengkonfirmasi langsung, yang bersangkutan tidak bisa di temui dengan alasan yang terkesan di buat – buat atau tidak berada di tempat. Bahkan saat di kantor Inspekrorat ada salah satu pegawai yang mengaku bernama Donald Nahumury terkesan mengintimidasi wartawan dengan ucapan “Tulis saja nanti beta berurusan dengan om”.
Saat Media mengkonfirmasi Ke pihak Kejaksaan Negeri Seram Barat lewat Pesan Whadsaap Plt. Kasad Intel, Taufig menyampaikan bahwa Pihak Inspektorat belum juga menyerahkan hasil pemeriksaan khusus atas kasus SMP1 Manipa sampai Hari ini belum juga di serahkan.
Diharapkan kepada Pj.Bupati Kab.SBB, Brigjen TNI Andi Chandra As’aduddin. SE, MH agar segera menanggapi Persoalan Korupsi yang terjadi di Kab.SBB ini dengan serius, dan segera mengevaluasi kinerja dari para team APIP inspektorat Kab.SBB, agar lebih profesional dalam bekerja, jangan sampai ada unsur Lain dalam menagani sebuah kasus, apalagi terkait dengan persoalan Dana Bos yang sering terjadi di sekolah – sekolah khususnya di SMP 1 Manipa, persoalan ini harus segera di selesaikan dan di perhatikan dengan Serius oleh pihak APIP , kalau tidak maka bpk Pj Bupati harus segerah menekan dan mengambil tindakan tegas kepada para pegawai inspektorat yang diduga nakal dan selalu merugikan keuangan daerah yang ini.(IM.KR).






