IM-AMBON,— Hanya 4 ruas jalan ini yang sudah berstatus jalan Nasional sejak tahun 2022. Terkait kondisi tersebut kepala BPJN Provinsi Maluku-Malut S. Bambang Widyarta, MT kembali mengingatkan Pemda Maluku maupun Pemkab/Pemkot di daerah menyurati Kementerian PUPR untuk peningkatan status jalan.
Menurut Bambang jalan yang telah berstatus strategis nasional masih minim di Maluku. Kalau pun ada tercatat baru 4 ruas jalan yang sudah ditingkatkan statusnya ke strategis nasional.
Yaitu, jalan DR J Leimena, Kota Ambon yang merupakan bagian dari akses Jembatan Merah Putih (JMP) sepanjang 2,33 Km dengan fungsi jalan arteri primer (JAP).
Kemudian, SP Wearlilir – Bandara Ibra di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sepanjang 14,46 Km dengan fungsi jalan kolektor primer-1 (JKP-1).
Berikut, ruas Bula-Masiwang sepanjang 63,97 Km di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan fungsi jalan kolektor primer-1.
Yang terakhir ruas Masiwang-Air Nanang yang merupakan akses pelabuhan ke fery penyeberangan dengan fungsi jalan kolektor primer-1 sepanjang 47,57 Km.
Terkait kondisi jalan provinsi yang belum naik status Bambang menghimbau kepala daerah dalam hal ini Gubernur Maluku Murad Ismail supaya menyampaikan usulan ke Kementerian PUPR di Jakarta.
“Kita minta gubernur mengusul ke kementerian. Karena ini penting bagi daerahnya kan begitu,” ujar Bambang.
Menurut dia koordinasi dengan pihak kementerian diperlukan agar ruas-ruas jalan Kabupaten/Kota dapat ditingkatkan statusnya.
BPJN Maluku -Malut memang tengah gencar-gencarnya berupaya membuka keterisolasian daerah agar ekonomi masyarakat bertumbuh.
Sebut saja Satker wilayah I yang membawahi Kota Ambon, SBB dan Pulau Buru, yang sudah menyelesaikan 247 jembatan dengan total panjang 21.800 meter, dan 36 titik jalan di Maluku dengan total 436 kilometer.
Hingga semester II tahun 2022 satker ini telah mencapai target 96,05 persen. Pencapaian itu mengalami kenaikan dari sebelumnya 90 persen. Yang mana Satker diberikan kewenangan mengelola infrastruktur jalan nasional sekitar 437 kilometer dan jembatan 21.800 meter. Dengan status pemantapan jalan hingga semester II tahun 2022 sudah 96,5 persen.
Penanganan bencana juga dilakukan Satker wilayah I sepanjang tahun 2020-2022. Dimana tahun 2020 penanganan bencana di tiga titik, Tantui, Batu Koneng dan Ambon City Of Music.
Penanganan jalan juga dilakukan di Pulau Buru mencakup dua kabupaten Buru dan Buru Selatan. Poros Namlea-Namrole yang terdampak bencana juga sudah ditangani sepanjang 90 kilometer.
Sedangkan di SBB, BPJN yang berada di bawah Kementerian PUPR ini menangani jembatan Way Mala pada Mei hingga Juni tahun 2022 lalu. Tahun ini ditargetkan penuntasan semua jembatan berlantai kayu di ruas jalan Piru-Taniwel.( IM-03)







