Infomalukunews.com,Dobo-Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel berjanji untuk menyelesaikan masalah pembayaran yang menghambat perkuliahan mahasiswa STIKES Pasapua Ambon, dengan menugaskan pejabat dalam hal ini Assiten III Sekda Aru Aris Gainau sebagai ketua tim Investigasi untuk mengusut tuntas persoalan biaya kuliah 200 lebih mahasiswa asal Aru di Kampus PASAPUA Ambon.
Hal ini dikatakannya saat menerima para Mahasiswa bersama orang tua adat Ursia Urlima di Ruang kerja kantor Bupati Selasa (2/ 09/2025.
Bupati katakan, Tim telah di SK kan Adan akan bekerja untuk mengusut tuntas persoalan tersebut mulai dari isi PKS (Perjanjian Kerja Samanya), sejak tahun 2020, sampai 2024, selain itu berapa jumlah mahasiswa yang di kuliahkan sesuai dengan kesepakatan bersama.
Kaidel katakan, Pemda sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kampus PASAPUA untuk memberikan kelonggaran kepada Pemda Aru dengan tetap memberikan kesempatan kepada anak – anak melakukan aktivitas kuliah sambil menunggu proses penyelesaian pembayarannya. Namun pihak Kampus juga tetap pada prinsipnya untuk Pemda harus membayarnya karena selama ini Pemerintahan yang lama sudah sering membohongi mereka (pihak kampus) sehingga tidak mau tertipu lagi.
“Kami telah berkomunikasi dengan pihak kampus agar mahasiswa dapat segera kembali kuliah sambil menunggu penyelesaian nya berupa pencairan anggaran untuk melunasi utang beasiswa sebesar 11 miliar rupiah, namun pihak kampus juga membutuhkan uang karena sudah cukup lama mereka di bohongi oleh Pemda”.
Setelah mendengar berbagai pendapat dari tua – tua adat dan juga utusan mahasiswa, Bupati Timotius Kaidel kemudian berjanji akan telusuri sampai tuntas persoalan anggaran STIKES Pasapua Ambon yang selama ini tidak terbayarkan sejak tahun 2020 dengan membentuk tim yang diketuai oleh Aris Gainau selaku Asisten III Setda Aru. dan setelah persoalan telah selesai baru pemerintah dapat putuskan untuk mencari jalan keluarnya.
Setelah selesai bertemu dengan Bupati puluhan aktivis Mahasiswa yang terdiri dari GMKI dan HMI serta mahasiswa STIKES Pasapua Ambon melanjutkan orasi mereka di Kantor DRPD ARU.
Para mahasiswa dan tokoh adat tersebut diterima oleh Ketua DPRD Aru Feni Silfana Loy, Waail Ketua Udin Belsigaway dan Rizal Djabumir, dan seluruh Anggota DPRD Aru terpantau media ini, nampak anggota DPRD Aru yang menerima para mahasiswa tersebut adalah Inke Wisman, Andreas Liembers, Andarias Kawan, Steven Irmuply, Adengki, La Ganti Hutanjalay, dan Anggota DPRD lainnya.
SIKAP DPRD ARU
Kepada media ini Wakil Ketua DPRD Aru Udin Belsigaway mengatakan, segera melakukan kordinasi dengan pihak Pemda kabupaten Kepulauan Aru untuk mencari solusi dari persoalan tersebut serta akan membicarakan di internal DPRD perihal mekanisme pembentukan Pansus.
Para mahasiswa kemudian melanjutkan orasi mereka di depan Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru dan Polres Kepulauan Aru terpantau semua berjalan dengan aman dan lancar.(DW-IM)






