Infomalukunews.com, Ambon,- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV di Pacific Hotel, Ambon, Sabtu pagi, dengan semangat baru untuk membangun daerah dan menumpas praktik korupsi yang telah lama membelenggu kemajuan.
Musda ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai sekaligus penegasan komitmen politik Hanura untuk membawa perubahan nyata di bumi seribu pulau. Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Maluku, Lili Pintauli Siregar, membuka agenda dengan pernyataan tegas: “Potensi kekayaan Maluku tidak boleh lagi menjadi harta karun yang terpendam.”
Lili yang juga dikenal sebagai mantan Komisioner KPK ini, menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan laut, rempah-rempah, pariwisata, hingga energi secara adil dan merata. Ia menegaskan bahwa rakyat Maluku, terutama nelayan dan petani, harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat pembangunan.
“Korupsi adalah racun yang memperlambat langkah kita. Hanura akan berdiri di garis depan untuk memastikan racun itu dibasmi sampai ke akarnya,” ujar Lili dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah peserta Musda.
Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Imam Anshori, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan dukungan penuh terhadap arah perjuangan politik Hanura Maluku. Ia menilai kepemimpinan Lili membawa harapan baru bagi perubahan yang substansial di wilayah timur Indonesia ini.
Musda IV ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, pimpinan partai politik tingkat provinsi, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan.
Di penghujung acara, Lili menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan Hanura Maluku. “Kami tidak hanya bicara, kami bergerak. Ini adalah komitmen kolektif untuk Maluku yang lebih baik,” tegasnya.(VLL-IM)






