Maaf, Belum Memenuhi Ekspektasi, Terima Kasih Atas Segala Dukungan

- Publisher

Friday, 25 February 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ikhsan Tualeka
Kekalahan secara beruntun di Babak 32 besar tentu saja secara otomatis memupus
harapan Maluku FC (MFC) untuk terus melangkah di perhelatan di Liga 3 Nasional 2022.
Pencapaian yang memang masih jauh dari ekspektasi banyak pihak.
Yang pasti, satu ikhtiar memajukan sepakbola Maluku telah dilakukan, meski ada saja
kendala, tapi ini semua jadi pelajaran penting untuk kedepan lebih baik. Proses masih
panjang, membangun sepakbola tidak instan.
Terlepas dari sejumlah kekurangan, terutama persoalan pengalaman dan mental yang harus
diakui perlu ada pembenahan, MFC sejatinya telah berusaha melakukan yang terbaik.
Sesuatu yang mesti tetap diapresiasi.
Kita faktanya baru bisa sampai pada titik ini. Tapi kalau mau dilihat dengan jernih, apa yang
tersaji sejatinya juga adalah produk dari ekosistem sepakbola kita yang masih harus terus
diperbaiki.
Selain penyelenggara kompetisi sepakbola di berbagai tingkatan perlu dibenahi level
profesionalismenya. Untuk Maluku sendiri masih banyak yang harus dievaluasi atau
ditingkatkan, bila mau sepakbola daerah ini lebih maju dan kompetitif.
Misalnya, belum ada anggaran yang memadai, terutama untuk banyak Sekolah Sepak Bola
(SSB) yang tersebar sebagai basis pembinaan usia dini. Di Maluku juga masih sedikit atau
belum banyak pelatih berlisensi.
Belum lagi soal fasilitas yang kurang memadai seperti lapangan atau stadion yang
representatif. Serta minimnya kompetisi lokal yang sangat diperlukan untuk meningkatkan
pengalaman bertanding tim atau para pemain.
Menjadi pertanda bahwa ekosistem sepakbola di Maluku belum semaju di daerah lain,
terutama di Pulau Jawa. Termasuk belum ada perusahaan atau industri besar di Maluku
yang dapat menjadi sandaran sponsorship bagi majunya satu tim lokal, adalah catatan
tersendiri.
Terlepas dari semua itu. Diakui atau tidak, kehadiran MFC sejauh ini, termasuk dengan
ekspos atau publikasi media yang cukup masif, juga dengan berbagai kegiatan tambahan
atau additional lainnya seperti sejumlah eksibisi bertajuk ‘Football for Peace’ telah turut
meningkatkan atmosfer sepakbola di Maluku.
Kita bisa lihat belakangan ini, dari kota hingga negeri/desa atau pelosok, sepakbola makin
bergeliat. menjadi satu sinyalemen yang positif. Bahkan ada klub bola liga utama Indonesia,
dan koresponden Feyenoord di Belanda pun menghubungi MFC untuk bekerjasama dalam
pembinaan usia dini.
[25/2 7.55 PM] Mat Makatita: Semua ini adalah langkah maju. Harapannya, semua proses yang sudah dilalui MFC sejauh
ini, dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua stakeholder di Maluku. MFC sendiri juga baru
didirikan satu tahun, tentu tak bisa dibandingkan dengan klub-klub besar lainnya yang sudah
lama berdiri dan jauh lebih siap.
Membangun kultur dan atmosfer sepakbola yang baik di satu daerah tak semudah membalik
telapak tangan,
Kedepan berbagai pihak harus bisa urun-rembuk, meningkatkan kolaborasi, melepaskan
ego pribadi dan sektoral agar sepakbola Maluku dapat berjaya.
Apalagi sepakbola adalah industri yang butuh sentuhan dan keberpihakan dari berbagai
elemen; pemerintah, swasta dan insan sepakbola itu sendiri. Sebagai sebuah ekosistem,
tentu harus saling menopang dan mendukung.
Langkah Kedepan
Sebelumnya saya mau tegaskan lagi bahwa MFC telah dicurangi saat lawan Persedikab.
Bukti kalau ada kecurangan yang berujung ricuh adalah wasit yang memimpin pertandingan
itu telah diberi sanksi dan dipulangkan. Sementara 1 pemain Maluku FC dihukum tidak
bermain dalam satu pertandingan berikutnya.
Satu hal yang paling membuat sedih dan kecewa sebenarnya adalah kenapa teganya
Maluku dicurangi dalam pertandingan pertama di putaran 32 besar itu. Dipaksa bermain
dengan jumlah pemain yang tidak seimbang, di atas waktu injury time 4 menit yang sudah
diumumkan di papan pengumuman dan disampaikan lewat pengeras suara.
Harusnya ada empati pada tim tamu, yang sudah datang dari jauh, menghabiskan anggaran
yang tidak sedikit untuk transportasi dan akomodasi, meski dari daerah yang relatif miskin
dan tertinggal. Sementara tuan rumah, pemain dan official bisa berangkat dari rumah
masing-masing.
Bila tak dicurangi, dan hasil akhir imbang sesuai dengan alokasi waktu, maka akan ada asa
atau harapan, dengan begitu MFC lebih bersemangat untuk bisa menang pada
pertandingan berikutnya. Kalah akibat dicurangi dan terjadi kericuhan tentu saja
berpengaruh pada mental dan psikologi pemain.
Dampaknya pada laga berikutnya dengan Persebi Boyolali, MFC tampil tidak seperti
biasanya, sejumlah pemain kunci juga tak bisa bermain dan akhirnya kalah 2:3. Kekalahan
yang turut berpengaruh pada pertandingan selanjutnya.
Namun satu catatan evaluasi penting yang barangkali perlu dikemukakan di sini, selain
profesionalitas penyelenggara liga, adalah soal mental, baik itu pemain, maupun official.
Mentalitas yang belum teruji kerap berujung pada penyikapan situasi secara frontal dan
destruktif.
Misalnya saat kalah dramatis 3:2 dari Persedikab Kediri, sekalipun terlihat MFC dicurangi
sejak babak pertama oleh kepemimpinan wasit, namun karena disikapi dengan emosional,
berdampak pada kesiapan pemain atau tim pada laga selanjutnya.
[25/2 7.56 PM] Mat Makatita: Ini pelajaran penting, bahwa menyikapi situasi secara emosional dan frontal tidak membawa
keuntungan bagi tim. Mestinya bila merasa dicurangi, harus dicarikan mekanisme lain untuk
penyelesaiannya. Sekali lagi, bukan dengan emosi, apalagi dengan kekerasan.
Saya sebagai sendiri sebagai presiden klub memang tak bisa mendampingi tim selama
bermain di fase 32 besar di Kediri karena harus Isoman dan sejumlah urusan lain di Jakarta.
Namun terus terang sangat menyesalkan peristiwa kericuhan itu, karena berseberangan
dengan visi klub yang saya letakan: Football for Peace.
Tapi sudahlah, kita tak perlu larut dalam situasi ini. Setelah ini kita akan fokus pada talent
scouting untuk mencari pemain muda berbakat melalui seleksi dan juga pertandingan
sepakbola di berbagai pelosok. Kemudian mengambil para pemain yang terbaik untuk
masuk dalam skuad tim utama Maluku.
Sebagai penutup, terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang sejauh ini telah
membantu, baik materi maupun moril, doa dan ucapan baik, terutama untuk fans dan
pendukung MFC. Maaf bila belum memenuhi ekspektasi banyak pihak, meski kegagalan
adalah sukses yang tertunda.
Jakarta, 24 Februari 2022
Penulis adalah Presiden Maluku FC/Direktur Beta Sport

betasport

MALUKUFC

Berita Terkait

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Berita Terbaru

Daerah

Pemkot Ambon Ikuti Penilaian HAM Nasional oleh Komnas HAM RI

Tuesday, 19 May 2026 - 19:20 WIT

Daerah

Ketika Negara Menafsirkan Darurat Tanpa Batas

Monday, 18 May 2026 - 21:44 WIT