IM-Ambon.-Guna mengantisipasi peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan saat menjelang Hari Lebaran 2022, Balai Pengawas Obat dan Makanan secara mandiri maupun terpadu Melaksanakan intensifikasi pengawasan pada pangan Olahan untuk memastikan produk pangan di peredaran aman dan bermutu.
Rabu 27/4/2021 bertempat di Aula BPOM Provinsi Maluku telah dilaksanakan Konferensi Pers terkait hasil Intensifikasi pengawasan pangan olahan menjelang hari Raya Lebaran 2022 tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol Kesehatan.
Dalam rangka intensifikasi pengawasan pangan olahan, petugas Balai POM di Ambon secara mandiri ataupun terpadu selalu memastikan penerapan protokol kesehatan.
Pelaksana intensifikasi pengawasan pangan olahan s/d tanggal 27 April 2022 (tahap V) di provinsi Maluku dilakukan dengan metode offline, dan dilakukan secara mandiri maupun terpadu bersama lintas sektor terkait yang tergabung dalam Tim Satgas pangan, Tim Kordinasi Pengawasan Obat dan makanan di daerah dan Tim pengawas barang beredar, diantaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan pangan, Direktorat Krimsus POLDA Maluku, Dinas Pertanian,dan lintas sektor lainnya.
Jumlah fasilitas distribusi pangan olahan yang telah diperiksa sampai dengan (Tahap V) tanggal 27 April 2022 sebanyak 120 Fasilitas, 105 Fasilitas (88%) Memenuhi ketentuan (MK), dan 15 fasilitas (12%) tidak memenuhi ketentuan (TMK).
Jenis Fasilitas yang di periksa terdiri dari : Gudang 2%, distribusi (20%), dan sisanya adalah ritel modern dan tradisional (78%), Pada 15 Fasilitas distribusi pangan olahan yang TMK, Total temuan 69 item (1,836 kemasan) dengan nilai Rp.8.251.800.
Pengan kedulawarsa sebanyak 56 item (.714 kemasan) dengan nilai Rp. 7.966.300.
Kepala Balai POM di Ambon, Hermanto., S.Si., Apt., MPPM menghimbau “Saya harap konsumen agar selalu berhati-hati dalam memilih produk khususnya pangan olahan demi untuk melindungi diri sendiri maupun keluarga dan juga selalu menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, izin Edar dan Kedaluarsa) pada saat berbelanja (VFIM)” Ujarnya.
Jenis pangan kedulawarsa : Susu UHT, coklat, bumbu siap saji, bumbu penyedap, tepung bumbu, BTP, biscuit/wafer, minuman serbuk, kopi bubuk, mie kering, teh celup, tepung, susu bubuk, bubur instan, saus/sambal, makanan ringan, coklat compound.
“Saya harap semuanya selalu Jaga Keamanan Pangan Keluarga”Tutupnya(IM03)






