Infomalukunews.com, Ambon, 26 Juni 2025 — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku menyatakan penolakan keras terhadap rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) yang akan dibangun di kawasan Waisarisa. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KNPI Maluku, Sadam Bugis dalam pernyataan resminya kepada media.
Sadam menilai proyek tersebut sarat dengan kejanggalan, terutama terkait kepemilikan lahan. “Jangan sampai ada celah bagi pemilik lahan untuk mengambil sebagian saham hanya karena lahannya digunakan, padahal lokasi di Waisarisa itu bukan milik pemerintah,” tegas Sadam.
Ia juga mempertanyakan urgensi pembangunan pelabuhan baru, mengingat Pelabuhan Yosudarso Ambon yang ada saat ini belum termanfaatkan secara optimal. “Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa Pelabuhan Yosudarso memiliki kapasitas 400 TEUs, namun yang terpakai baru 100 TEUs. Artinya, masih ada 300 TEUs yang belum digunakan. Pelabuhan ini masih bisa melayani kebutuhan hingga 20 tahun ke depan,” jelasnya.
Sadam juga mengkritik Gubernur Maluku karena dinilai memaksakan proyek yang belum tentu bermanfaat. Ia bahkan menyebut MIP berpotensi menjadi “pelabuhan hantu” yang tidak digunakan. “Yang terhormat Pak Gubernur, jadi pemimpin itu harus menciptakan lapangan kerja baru, bukan justru menghilangkan pekerjaan para buruh di Pelabuhan Yosudarso, terutama di bagian peti kemas,” ujarnya.
Sebagai alternatif, KNPI Maluku mendorong pemerintah provinsi untuk lebih memfokuskan pembangunan di Pelabuhan Yosudarso. Sadam menyarankan perluasan pelabuhan hingga ke Pelabuhan Slamet Riyadi maka diperkirakan luas pelabuhan akan bertambah hingga 700 TEUs dan usia bongkar muat pelabuhan yosudarso hingga 50-60 tahun kedepan, penambahan alat crane, serta pembangunan jalur khusus kontainer di sepanjang bibir pantai.
“Langkah-langkah tersebut jauh lebih masuk akal, lebih murah, dan langsung bermanfaat bagi masyarakat serta tenaga kerja lokal,” tambahnya.
KNPI Maluku juga mengancam akan melakukan aksi penolakan kepada Mentri untuk menjadi perhatian Presiden terpilih Prabowo Subianto dan kami minta Presiden Jangan terjebak. “Kami ingin Presiden tahu bahwa proyek MIP ini tidak masuk akal dan justru akan meningkatkan angka pengangguran di Kota Ambon” pungkas Sadam(reed)







