Kasus Kematian Gafar Wawangi Belum Terungkap, Massa Geruduk Polres Bursel.

- Publisher

Friday, 19 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon–Persatuan Pemuda Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Buru Selatan, Jumat (19/12/2025).

Aksi ini terkait proses penenganan perkara kasus penikaman terhadap korban hingga meninggal dunia atas nama Gafar Wawangi (38), oleh orang tidak dikenal (OTK) di desa Waesili, Kecamatan Waesama, Buru Selatan.

Sudah lebih dari sepekan sejak jasadnya ditemukan di kawasan Talo, jalur Waesili–Lena, pada 8 November 2025 lalu, Kasus itu ditangani Polres Buru Selatan, Namun hingga kini belum juga terpecahkan.

Olehnya itu, massa mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) independen yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat.

Massa menilai tim ini penting guna mengungkap penanganan perkara secara terang, objektif, dan mencegah simpang siur informasi di tengah publik.

Desakan itu disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Fiki Bahta, dalam sejumlah poin tuntutan yang dibacakan di hadapan Polres Bursel. Massa aksi juga menuntut pendirian pos keamanan permanen di wilayah Air Talo, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat serta mencegah terulangnya konflik dan gangguan keamanan.

“Kami menuntut penegasan komitmen penanganan perkara melalui mekanisme sumpah adat, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan kultural. Selain itu, kami meminta kejelasan dan kepastian dari Pemerintah Daerah terkait waktu serta tahapan realisasi komitmen tersebut,” tegas Fiki.

Selain itu, massa meminta DPRD Kabupaten Buru Selatan segera memanggil Polres Buru Selatan, paling lambat Senin atau Selasa terdekat, guna memberikan penjelasan resmi, terbuka, dan bertanggung jawab kepada publik terkait perkembangan penanganan perkara dimaksud.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Kapolda Maluku untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Buru Selatan. Apabila terbukti lalai, tidak profesional, atau gagal menjalankan kewajiban hukum secara adil dan transparan, massa meminta agar Kapolres Bursel dicopot dari jabatannya.

“Langkah ini penting demi menjaga marwah institusi kepolisian serta menegakkan supremasi hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya. (IM-03).

Berita Terkait

Ketua dan Pengurus DPD Nasdem Kabupaten Kepulauan Aru Resmi Dilantik.
Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua
Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94
Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil
Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan
Hadiri Wisuda Perdana UMM, Kapolda Maluku: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan
Skandal Dugaan Sunat Dana PIP di SMA 6 Telaga Nipa, LSM Gerindo Desak APH Tangkap Kepsek
Gali Bukti Dua Perkara, Kejati Maluku Periksa Dirut dan Saksi Nasabah
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 21:41 WIT

Ketua dan Pengurus DPD Nasdem Kabupaten Kepulauan Aru Resmi Dilantik.

Saturday, 2 May 2026 - 09:32 WIT

Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua

Saturday, 2 May 2026 - 07:27 WIT

Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94

Saturday, 2 May 2026 - 07:25 WIT

Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil

Saturday, 2 May 2026 - 07:23 WIT

Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan

Berita Terbaru