Hindari Tumpang Tindih, Allan Lohy Minta Usulan Inpres Jalan Terkoordinasi

- Publisher

Tuesday, 10 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon–Program Instruksi Presiden (Inpres) pembangunan jalan daerah yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong arus investasi di Provinsi Maluku, hingga kini masih berada pada tahap penyusunan dan belum terealisasi sepenuhnya.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy, menegaskan bahwa agar program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran, mekanisme pengusulan harus dilakukan secara berjenjang melalui pemerintah provinsi, bukan langsung dari kabupaten/kota ke kementerian pusat.

Menurut Allan, meskipun implementasi Inpres jalan daerah belum berjalan optimal, sejumlah usulan pembangunan jalan dari kabupaten dan kota di Maluku yang telah dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi sudah siap untuk diajukan ke tingkat pusat.

“Inpres jalan daerah bertujuan meningkatkan aksesibilitas wilayah agar lebih menarik bagi investor. Walaupun masih tahap awal, usulan yang telah melalui koordinasi provinsi akan segera diproses oleh kementerian terkait,” ujar Allan saat dihubungi dari Ambon, Selasa (10/02/2026).

Ia mengakui hingga saat ini belum ada kepastian jadwal pelaksanaan fisik proyek. Namun, peluang pengajuan usulan masih terbuka bagi pemerintah daerah selama mengikuti alur yang telah ditetapkan.

“Kabupaten/kota menyusun usulan dan menyampaikannya ke provinsi. Selanjutnya pemerintah provinsi melakukan seleksi, sinkronisasi, dan meneruskan ke kementerian. Itu mekanisme yang harus dijalankan,” jelasnya.

Allan memperkirakan pembahasan teknis dan penyempurnaan usulan akan dilakukan pada paruh kedua tahun ini, dengan target pematangan dasar pengajuan pada Oktober mendatang.

“Kita rencanakan pembahasan mendalam di akhir tahun. Jika tidak ada perubahan signifikan, seluruh dasar usulan akan dimatangkan sekitar Oktober agar dapat diajukan ke kementerian dengan persiapan yang matang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari pengajuan langsung dari pemerintah kabupaten/kota ke kementerian tanpa koordinasi provinsi, karena berpotensi menimbulkan tumpang tindih program dan ketidaktepatan data.

“Pengusulan langsung bisa menyebabkan duplikasi pembangunan dan alokasi anggaran yang tidak merata, sehingga menyulitkan kementerian dalam menetapkan prioritas,” tegas Allan.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Maluku agar membangun koordinasi sejak tahap perencanaan awal.

“Dengan sinkronisasi sejak dini, Inpres jalan daerah diharapkan dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan konektivitas serta daya tarik investasi di Maluku,” pungkasnya.(IM-06).

Berita Terkait

Ketua dan Pengurus DPD Nasdem Kabupaten Kepulauan Aru Resmi Dilantik.
Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua
Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94
Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil
Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan
Hadiri Wisuda Perdana UMM, Kapolda Maluku: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan
Skandal Dugaan Sunat Dana PIP di SMA 6 Telaga Nipa, LSM Gerindo Desak APH Tangkap Kepsek
Gali Bukti Dua Perkara, Kejati Maluku Periksa Dirut dan Saksi Nasabah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 21:41 WIT

Ketua dan Pengurus DPD Nasdem Kabupaten Kepulauan Aru Resmi Dilantik.

Saturday, 2 May 2026 - 09:32 WIT

Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua

Saturday, 2 May 2026 - 07:27 WIT

Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94

Saturday, 2 May 2026 - 07:25 WIT

Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil

Saturday, 2 May 2026 - 07:23 WIT

Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan

Berita Terbaru