Infomalukunews.com, Ambon – Upaya pencarian terhadap Arien Maspaitella (25), nelayan yang hilang setelah terseret gelombang tinggi di perairan Kota Ambon, kembali dilakukan Tim SAR Gabungan, Sabtu (22/8/2026).
Memasuki hari keenam pencarian, tim memperluas wilayah operasi dengan mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU), termasuk tim udara menggunakan drone untuk menyisir kawasan perairan yang sulit dijangkau melalui jalur laut.
Pencarian dipusatkan di sekitar perairan Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Sejumlah unsur terlibat dalam operasi tersebut, yakni Basarnas Ambon, Kodaeral IX, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, BPBD Kota Ambon dan masyarakat.
Dantim Ops SAR, Renhard Lopies, mengatakan seluruh sektor pencarian dimaksimalkan pada hari keenam untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Menurutnya, SRU 1 menggunakan Searider Kodaeral IX untuk menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.
Sementara SRU 2 yang terdiri dari Rubber Boat Polairud Polda Maluku dan Rubber Boat Basarnas Ambon melakukan pencarian di permukaan laut, terutama ke arah utara dan timur dari lokasi kejadian.
Pencarian juga dilakukan melalui sektor bawah laut. Tim penyelam Kodaeral IX yang tergabung dalam SRU 3 dikerahkan untuk menyisir area bawah permukaan air.
Selain pencarian melalui laut, Basarnas Ambon mengoperasikan drone sebagai SRU 4. Drone diterbangkan sebanyak empat kali sejak pagi hingga sore dengan total jarak penyisiran mencapai sekitar 12 kilometer.
Namun, hingga operasi hari keenam berakhir, tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Arien.
“Walaupun upaya pencarian korban hingga hari keenam ini masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, tidak menurunkan semangat dari seluruh unsur SAR Gabungan,” kata Renhard.
Ia memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ketujuh, Minggu (23/8/2026). Tim SAR bersama pemerintah desa dan keluarga korban akan kembali melakukan penyisiran dengan harapan korban segera ditemukan.
Terseret Gelombang Saat Menjaring Ikan
Arien Maspaitella dilaporkan hilang setelah pergi melaut bersama dua rekannya pada Senin (17/8/2026).
Ketiganya berangkat sekitar pukul 16.30 WIT untuk menjaring ikan di sekitar pesisir perairan Desa Hutumuri, Kota Ambon.
Sekitar pukul 19.00 WIT, ketiganya dihantam gelombang tinggi saat sedang melakukan aktivitas mencari ikan. Arien kemudian terseret ombak, sedangkan dua rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Namun, korban belum ditemukan hingga operasi SAR memasuki hari keenam.
Dalam operasi pencarian, tim menggunakan sejumlah sarana, antara lain Rubber Boat Basarnas, Rubber Boat Polairud, Searider Kodaeral IX, peralatan selam, truk personel serta drone thermal.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan sekitar 35 knot. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Tim SAR Gabungan tetap optimistis pencarian hari ketujuh dapat memberikan hasil dan menemukan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.(IM-03)







