Infomalukunews.com, Ambon–Dirut Lembaga Kajian Independen (LKI) Maluku Usman Warang, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Maluku.
Pasalnya, beberapa hari lalu puluhan siswa SMP Negeri 1 PP Babar, Maluku Barat Daya (MBD), mengalami keracunan diduga setelah konsumsi Makanan Bergisi Gratis.

Untuk itu ia meminta dengan serius, agar SPPG Maluku mengawasi secara mendalam terhadap prosedur operasional standar (SOP) program MBG atau Makanan Bergizi Gratis.
“Hal ini untuk mencegah maladministrasi dan menjamin pelayanan publik yang prima bagi masyarakat,” ucapnya. Kamis (18/09/2025)
Pengawasan tersebut kata dia, dilakukan dengan memantau konsistensi penerapan prosedur operasional standar (SOP), kelayakan menu makanan, keamanan pangan, hingga verifikasi dokumen higienitas dan sertifikasi kesehatan bagi pengelola dapur.
“Tujuannya adalah mencegah maladministrasi mengawasi implementasi Program MBG untuk mencegah kesalahan dalam pelayanan, seperti penyimpangan prosedur, penyalahgunaan wewenang, atau kelalaian dalam memberikan layanan yang dapat merugikan masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu. Warang juga mendesak PLT Dinas Kesehatan dan Sekertaris Daerah (Sekda) MBD, untuk mengindentifikas masalah tersebut.
“Segera identifikasi permasalahannya apa, sekaligus klarifikasi ke pihak sekolah dan penyedia layanan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Misi utamanya agar kejadian yang sama tidak berulang,” tegas Warang.
Sebelumnya, pada hari kamis tanggal 11 september 2025 setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis 2 orang siswa SMP Negeri 1 Pulau- Pulau Babar dilarikan ke Puskesmas Tepa dengan keluhan ;mual, pusing,dan sakit perut, Setelah beberapa saat kemudian, jumlah pasiennya bertambah menjadi 28 orang dari sekolah yang sama dengan keluhan yang sama yaitu mual,pusing dan sakit perut.
Dari Total 30 siswa, 8 diantaranya harus diinfus dan mengunakan oksigen.
Saat itu, berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan, dugaan awal dipicu oleh faktor kualitas makanan, termasuk kemungkinan kelalaian pada tahap penyimpanan atau pengemasan. Pasalnya makanan di masak jam 10 malam dan bisa saja terjadi bahwa makanan kualitas gisinya sudah tidak ada.
Selain itu Kondisi sarana prasarana dapur sehat di duga belum layak dan belum dilakukan inspeksi sanitasi kelayakan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar. Untuk itu di ingatkan agar pihak penyelenggara dan penyedia makanan menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas.
(IM-03).






