IM, NAMROLE-
Speedboat milik pemerintah desa (Pemdes) Elara, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) diduga dipakai untuk kepentingan pribadi sang Kepala desa (Kades) Elara, Ibrahim Mony (IM) dan keluarganya.
Betapa tidak, speedboat yang seharusnya dipakai untuk kepentingan dinas Pemdes Elara, Kecamatan Ambalau ini malah dipakai keluarga sang Kades untuk antar jemput penumpang Ambalau-Namrole dengan besaran tiket perorang sebesar Rp 150.000.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini dari warga Desa Elara yang enggan namanya disebutkan, Minggu (11/4/2021) menuturkan, speedboat yang dibelanjakan menggunakan dana desa (DD) Elara, Kecamatan Ambalau Tahun Anggaran 2020 diduga dimanipulasi seolah-olah milik pribadi keluarga sang Kades.
Bahkan untuk menutupi bobrok, sang Kades kemudian menyerahkan speedboat itu kepada keluarga dekatnya di Desa Elara, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Bursel untuk antar jemput penumpang Ambalau-Namrole setiap harinya, sejak tahun 2020.
“Jadi untuk mengelabui masyarakat desa Elara, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Bursel, kades kemudian menyerahkan speedboat itu kepada keluarga dekatnya. Bahkan, speedboat itu kini diberi nama KM Nurdin Jaya,” tutur warga itu.
Selain itu menurut warga, terdapat sejumlah kejanggalan lainnya terutama dalam penggunaan ADD-DD Elara, Kecamatan Ambalau Kabupaten Bursel, sejak Ibrahim Mony (IM) menjabat kades.
Untuk itu, aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru diminta mengusut ADD-DD Elara, Kecamatan Ambalau. Sebab diduga terindikasi sarat korupsi. “Kami juga meminta Kejari Buru mengusut penggunaan ADD-DD Elara, karena diduga terindikasi korupsi,” desaknya.
Terpisah Kades Elara Ibrahim Mony, yang coba dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu (11/4/2021) eggan berhasil dan berada diluar jangkauan. (RB)







