Infomalukunews,com. Ambon–Chief Executive Officer (CEO) Minyak Harum Maluku 52, Pdt, Dominggus Joseph Risaputty, meminta dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku, Kamis (19/11/2025).
Pasalnya, Produk Minyak Harum Maluku 52, miliknya hingga kini telah naik pesat, namun tidak ada dukungan dari Pemda Maluku.
Padahal, produk tersebut masuk sebagai delegasi KTT G20 sebagai UMKM Nasional, dalam pendukung kemajuan ekonomi indonesia khususnya Maluku.
Menariknya, Produk UMKM tersebut milik warga Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Dengan hadir produk Minyak Harum Maluku 52 di G20 itu, harapan besar adalah produk yang berbahan dasar rempah ini, akan menjadi idola dunia dan menjawab krisisis ekonomi dan peluang usaha baru di Maluku.
“Harapan saya dengan hadirnya Produk Minyak Harum Maluku, yang berasal dari Negeri Eti Tanunu Kabupaten SBB ini, dapat meningkatkan pendapatan para petani rempah-rempah dan menjadi solusi bagi masalah daerah terkait pengembangan ekonomi kreatif di Maluku lebih khusus Kabupaten SBB,” ucap Ceo Minyak Harum Maluku Dominggus Joseph Risaputty, pada media ini, Kamis (20/11/2025).
Selain itu, dirinya berharap agar dengan hadirnya produk harum Maluku 52 dapat meningkatkan naiknya harga cengkeh, pala dan rempah lainnya di mata Dunia.
Menurutnya, saat ini harga cengkeh dan pala sangat anjlok di Maluku padahal menjadi barang mewah di Dunia.

“Apalagi Maluku sebagai penghasil utama cengkeh, pala dan hasil rempah lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Gubernur Maluku, dapat memberikan sedikit tambahan dana agar produk tersebut tetap bertahan.
“Saya berharap ada dukungan Pemda Maluku, dan bisa membantu dana agar semakin meningkat,” pungkasnya. (IM-03).





