Infomalukunews.com.Ambon – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang diwakili Plh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Kasrul Selang mengapresiasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) atas berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membuka lapangan pekerjaan di Maluku.
Apresiasi itu disampaikan Plh Sekertaris Daerah (Sekda) Kasrul usai membuka Muswil V DPP APINDO Maluku, di Restoran Sari Guri, Lateri, 18 Desember 2025.
“Pemerintah daerah menyiapkan karpet merah karena para pengusaha ini merupakan mitra yang sangat strategis buat pemerintah daerah”, ucap Kasrul.
Pemerintah Maluku punya kontribusi terbesar terhadap perekonomian seperti perikanan, kehutanan dan perkebunan. Kemudian belanja pemerintah dan perdagangan. Sektor – sektor ini tidak bisa digerakkan saja oleh pemerintah pasti ada pihak – pihak lain yang digerakkan, ujarnya.
Kasur menyebut di Provinsi Maluku angka pengangguran terbuka masih di atas rata – rata nasional di angka 6,27 persen dan secara nasional, Maluku sebesar 4,85 persen.
Jadi APINDO Maluku ini hadir di tengah-tengah itu, menyiapkan tenaga kerja.
Kemudian dari sektor – sektor investasi sangat terlambat tetapi ada kabar baik bahwa Pemerintah daerah punya Blok Masela tahun depan sudah brombeking atau memulai pengerjaan proyek. Dan nilai ekosistem sampai kebawa pasti akan terhitung, katanya.
Selain itu, program strategis nasional seperti MBG , Koperasi Merah Putih bisa menarik investasi dari teman – teman pengusaha yang tergabung dalam APINDO , KADIN dan pengusaha lainnya, ujarnya.
Kasrul juga menyampaikan ucapan terim kasih kepada DPN APINDO dan DPP APINDO Maluku sudah membantu masyarakat Maluku untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi.
“Kehadiran DPN APINDO Pusat tidak hanya Ketua Bidang Organisasi APINDO, Antony Hilman sebagai fisik tetapi menegaskan kembali bahwa DPN APINDO akan hadir bersama – sama Pemerintah daerah. Dan Ketua DPP APINDO Maluku, Robert Tanamal tidak berjuang sendiri dengan teman – temannya, DPN APINDO pasti mendampingi DPP APINDO Maluku”, pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Antony Hilman mengatakan bahwa iven ini merupakan terkuat semangat kolaborasi khususnya antara dunia usaha dengan pemerintah dan pelaku usaha lainnya. Karena memang kita tidak bisa membangun Maluku atau Indonesia ini secara parsial tetapi harus secara bersama – sama.
Dengan semangat Indonesia importing karena kita semua ini adalah pemilik saham dan punya tanggung jawab bahwa negeri kita ini khususnya Maluku ini tentu habis tumbuh, berkembang dan mensejahterakan masyarakat.
Oleh karena itu, APINDO yang punya visi untuk meningkatkan investasi dan memperkuat dunia usaha dan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan itu adalah cita – cita yang mulia dan harus didukung bersama – sama dan tentu kontribusi yang sangat besar untuk pemerintah.
“Memang dunia usaha yang diharapkan lebih banyak berperan dalam menciptakan lapangan kerja. Karena Pemerintah memiliki keterbatasan melalui anggarannya yang dimiliknya”, jelasnya.
APINDO bisa menjadi pemacu dan pemicu untuk mendorong investasi iklim investasi yang lebih baik. Oleh karena itu, kedepan semangat kolaborasi Pemerintah dengan dunia usaha khususnya APINDO bagaimana investasi ini kemudian menjadi menarik lagi.
Tentunya kita memerlukan regulasi yang ramah terhadap investasi dan kita juga butuhkan dorongan dari pemerintah untuk lebih kuat terutama aspek perizinan karena dimana pun dunia usaha di berbagai sektor di daerah, biasanya mereka itu mengeluh dulu sebelum memulai usaha itu harus meluarkan dana yang membebani mereka, ucap Hilman.
“Oleh karena itu, saya yakin pemerintah daerah Maluku memiliki konsen yang baik dalam persolan tersebut. APINDO juga siap untuk memberikan dukungan dan ikut berpartisipasi untuk memberikan masukan kepada pemerintah bagaimana kebutuhan dunia usaha dan bagaimana kita bisa bergandengan tangan untuk menikmati hasil dunia usaha”, ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPP APINDO Maluku Robert Tanamal mengatakan APINDO Maluku akan berkolaborasi dengan pemerintah supaya mengurangi angka pengangguran di masyarakat.
“Kalau kita sikapi angka pengangguran ini kontribusi terbesar adalah Mex and Mek tidak ada link dan Mex antara lulusan seperti lulusan Indonesia 40 juta setahun, maka kita lihat penyerapan masih di bawah 50 persen”, ujarnya.
Kami sebagai pengusaha akan berkolaborasi dengan dunia pendidikan dan pemerintah agar supaya kurikulum di jalankan selaras. Kebutuhan industri agar supaya tenaga kerja ini akan didik sesuai dengan perusahaan sehingga terjadi meks antara lulusan dan kebutuhan industri.
Sehingga lulusan itu akan terus diserap. Kita berharap jauh di atas 50 persen. Kemudian tantangan berat lainnya adalah di kebijakan – kebijakan yang ada, kita butuhkan satu kebijakan yang mendukung investasi yang ada di Maluku agar supaya investor akan datang membuka usaha di Maluku dan usahanya akan di dukung dan membuka lapangan kerjanya, tutupnya.(IM-03)







