Infomalukunews.com, Ambon Maluku- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Maluku, memperkuat komitmen mendorong para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk memiliki sertifikat halal melalui gelaran Maluku Pasar Halal 2026.
“Kami sudah diskusi dengan Badan Pusat akan ada gelaran Maluku Pasar Halal untuk mendorong pelaku usaha memiliki sertifikat halal,”ujar Kepala BPJPH Maluku, Abdul Karim Kilrey saat ditemui di Gedung Kemenag Maluku, Kamis (15/1).
Kilrey mengatakan percepatan sertifikasi halal bagi produk Usaha Mikro Kecil (UMK) tak lagi ditunda karena diklaim kehalalannya telah menjadi bagian dari gaya hidup global terkait mutu produk yang dapat meningkatkan nilai ekonomi daerah.
Tak hanya itu, sertifikasi halal juga menjadi kunci kesuksesan dan kemakmuran bagi perluasan pasar terutama peningkatan daya saing produk.
Apalagi, kata dia di Ambon dikenal sebagai kota di kawasan timur Indonesia yang memiliki wisata dengan beragam kuliner.
Kilrey menuturkan pagelaran Maluku Pasar Halal bertujuan untuk mendorong pelaku usaha baik muslim dan non muslim bisa mengantongi sertifkat halal. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk dan makanan yang dipasarkan benar-benar halal sehingga tidak meragukan orang lain terutama tamu dari luar Maluku yang melakukan kunjungan wisata di Ambon.
Ia berkata, Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta sempat mengeluhkan bahwa setiap tamu yang berkunjung ke Ambon masih meragukan produk maupun tempat rumah makan karena faktor kehalalan.
Mereka lantas menyarankan agar setiap tempat produk dan rumah makan bisa mengantongi sertifikat halal sehingga mereka tidak was-was untuk makan dan membeli produk.
“Bayangkan saja kalau mereka punya duit Rp100 ribu dan Rp500 ribu di kantong, mereka punya niat beli produk dan makanan tapi tempat itu tidak punya lebel halal, mereka terpaksa ragu dan duit yang tadi dikeluarkan terpaksa ditarik kembali dan duitnya kembali dibawa pulang ke Jawa,”tuturnya.
Atas dasar itu, BPJPH selain mendorong sertifikat halal bagi pelaku usaha namun berkomitmen juga mendatangkan kemakmuran ekonomi bagi daerah dengan cara melakukan terobosan kehalalan sehingga warga yang melakukan kunjungan ke Ambon bisa meninggalkan duit mereka di Ambon.
“Kami butuhkan kerjasama sehingga Maluku ini bisa dijadikan sebagai pasar halal agar ekonomi kita terus berkembang,”imbuh dia.
Sejauh ini, kata di pelaku Usaha Mikro, Kecil (UMK) di Maluku baru berjumlah sekitar seribu.(IM-03)





