IM-Masohi-Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Evi Matemu, mewakili Penjabat Bupati DR. M. Marasabessy, menghadiri acara Focus Group Diskussion (FGD) Penguatan Kapasiras Saniri, Kamis 31/08/23.
Kegiatan tersebut berlangsung di lantai tiga kantor Bapplitbangda, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Dalam sambutan Pj Bupati malteng yang di bacakan oleh Evi Matemu selaku asisten satu Bidang Pemerintahan Malteng menyatakan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini yang digagas oleh Universitas Katolik Soegijapranata Semarang bekerjasama dengan Unversitas Pattimura Ambon, IAIN Ambon dan Institut Tifa Damai Maluku.
Menurutnya, kegiatan ini tentu sangat penting dan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas Saniri Negeri yang adalah jantung dari Kesatuan Masyarakat Hukum Adat di Negeri karena memiliki keterkaitan yang utuh dengan seluruh masyarakat Negeri, dalam tanggungjawab memajukan Negeri-negeri di Kabupaten Maluku Tengah.
“Kegiatan peningkatan kapasitas Saniri Negeri ini, juga merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah untuk tetap menjaga eksistensi dan pengakuan terhadap negeri adat di Kabupaten Maluku Tengah.” ucapnya
Dikatakan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang di dalamnya memberi pengakuan besar terhadap semua Desa Adat di Indonesia, maka upaya penguatan kapasitas Pemerintah Negeri penting dilakukan karena Negeri dengan masyarakat adatnya merupakan modal sosial yang sangat besar dalam upaya menunjang keberhasilan pembangunan daerah di Kabupaten Maluku Tengah.
Sejalan dengan itu, tambah asisten satu itu, penguatan Negeri melalui peningkatan kapasitas Saniri Negeri juga dapat menjawab tantangan pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang salah satunya adalah percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa yang didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kapasitas aparatur desa, pendampingan, peran serta masyarakat desa yang inklusif.
Olehnya itu, Matemu berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan serius oleh Saniri Negeri dari Negeri adat di Kabupaten Maluku Tengah.
“Saya terus berharap agar kita semua terus bekerjasama dan bergandeng tangan, bahu membahu dalam melayanai masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawab kita sehingga masyarakat di daerah ini makin sejahtera sebagaimana yang kita harapkan bersama.” harapnya
Sebelum mengakhiri sambutan tersebut, Dirinya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pimpinan dan seluruh Jajaran Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang telah bekerjasama secara sinergis dengan niat yang tulus untuk membantu masyarakat Maluku Tengah, melalui program Matching Fund Kedaireka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khusus untuk kegiatan Efisiensi Tata Kelola Pemerintah Daerah Untuk Penguatan Desa Adat (Negeri) Melalui Peningkatan Kapasitas Saniri Negeri.
“Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setingg-tingginya juga saya sampaikan kepada Pimpinan dan seluruh jajaran Universitas Pattimura Ambon, IAIN Ambon, dan Institut Tifa Damai Maluku, atas perhatian dan dukungannya bagi Pemerintah Daerah bahkan pendampingan bagi Pemerintah Daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintah daerah yang lebih baik.” pungkasnya
Turut Hadir, Prof. Tonny Pariela, Dosen universitas Pattimura Ambon beserta Tim Dr.Y. Trihoni Nalesti Dewi, Dosen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang bersama Tim, Dr. Abidin Wakano Dosen IAIN Ambon beserta Tim, Direktur Tifa Damai Maluku beserta Tim, para Pimpinan OPD Lingkup Pemda Kabupaten Maluku Tengah, Para Kepala Kecamatan dan Kepala Pemerintah Negeri saniri Negeri se-Kabupaten Maluku Tengah. (IM-Kiler).






