Infomalukunews,com. Ambon-Kota Ambon dikenal sebagai Kota Musik Dunia, bahkan telah ditetapkan oleh Unesco pada tahun 2019 lalu, hal itu karena musik menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakatnya, baik sebagai media pemersatu, ekspresi budaya, maupun sumber inspirasi.
Unesco memiliki kriteria tertentu untuk menetapkan suatu kota sebagai Kota Musik Dunia, yang antara lain mencakup keberadaan industri musik yang kuat, dukungan infrastruktur dan SDM, serta kontribusi musik terhadap pembangunan berkelanjutan.
Di pusat kota Ambon ada sebuah air mancur taman Pattimura, dan itu menjadi icon rekreasi bagi setiap pengunjung yang datang bersantai bersama keluarga mau pun kerabat.
Kini, icon Air mancur taman Pattimura itu terlihat kotor dipenuhi lumut, dan tak terurus oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon dalam melakukan kalesang terhadap taman tersebut.
Taman itu, di rehap mengunakan anggaran APBD murni Kota Ambon senilai Rp.2,7 Miliar dan di resmikan November 2019, di momen HUT Kota Ambon ke 444 tahun oleh mantan Walikota Ambon Ricard Louhenapessy, dengan nuansa full Music, gitar, hingga lagu-lagu pop Ambon.
Taman itu di rancang sedemikian rupa dengan kelap kelip lampu berwarna-warni menghiasi ornamen taman. Namun, sayangnya apa mau di kata, taman yang di bangun dengan anggaran fantastis itu, malah terlihat kotor di penuhi lumut bahkan ornamen gitar dan Music serta lampu berwarna-warni terlihat rusak parah.
Salah satu warga Kota Ambon Ebbet, kepada wartawan di lokasi taman, Sabtu (03/05/2025), mengungkapkan taman itu semestinya di bersihkan kemudian di rawat biar taman itu terlihat indah. menurutnya, Ada begitu banyak ornamen yang menghiasi lokasi taman.
“Sakarang su liat sama kolam buaya, piara reptil buaya saja, Kotor paskali, tahun-tahun lalu Beta deng istri anak-anak sering mampir di situ,” sebutnya dengan dialek Ambon.
Bagimana Kota Ambon di juluki Kota bebas sampah kata dia, sementara tempat-tempat rekreasi seperti taman air mancur Pattimura, dan tempat-tempat rekreasi lain terlihat kotor tidak di perhatikan
“Padahal beberapa kali Kota Ambon meraih piagam Adipura dan Kota Music Dunia versi Unesco, kini, ornamen Music sekitaran air mancur tidak di rawat, coba di perhatikan,” sahut dia.
Dirinya berharap, walikota Ambon Drs. Bodewin M Wattimena, M.Si dapat melihat dan menata kembali taman tersebut.
“Walikota hingga Dinas PUPR Kota Ambon, dan Dinas terkait lain yang mempunyai kewenangan harus memperhatikan hal taman itu, kemudian tata kembali Kota ini agar terlihat bagus,” harapnya. (IM-06).






