IM-Jakarta; – Penangkapan Terduga teroris di kepengurusan Majilis Ulama Indonesia (MUI). Aktivis Muda Muhammadiyah, Rimbo Bugis, berharap agar densus 88 mabes polri jagan di lemahkan, dengan isu yang tidak berbertangungjawab.
“Saya kira kita harus perkuat densus. Densus menyalamatkan kita dari tuduhan radikal. Kalau orang radikal suda tertangkap habis kan tingal orang yang tidak radikal. Jadi tidak ada tuduhan lagi buat kita yang tidak radikal ini, kalau masi ada mereka kan perbiatan satu orang semua kita ikut terseret seret” kata Rimbo melalui pesan singkat, watshapp pada 18 November 2021.
Ia juga menambahkan kalau jagan terpropokasi dengan pembela teroris yang tidak bertangungjawab. Kita boleh bela, asal bela dengan bukti jangan hanya melontarkan tuduhan ke densus 88 tanpa bukti yang kuat.
“Kalau aparat negara apalagi sekelas densus 88 suda bergerak tidak mungkin mereka hanya asal-asalan dalam melakukan penangapan. Itu pasti suda melalui proses perifikasi informasi dan data tentang terduga teroris itu sangat meyakinkan sehinga densus berani bertindak” kata Rimbo yang juga salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Ia mengatakan kalau sejahu Muhammadiyah masi mengakui pemerintahan ini, ia yakin semua yang di lakukan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini densus 88, terkait pembersihan teroris pasti tidak main-main dan benar adanya. Jangan hanya nila setitik buat rusak susu sebelanga, jagan karna segelintir orang, kita semua terbawa-bawa.
“Teroris itu sangat kejam, bukan hanya mereka membawa-bawa nama islam untuk urusam kejahatam mereka, tapi mereka mampu membunuh orang tanpa meresa bersalah atasnama jihad, kafir dll. Sementara Densus 88 sangat manusiawi, ada tempat rehabilitasi teroris, proses penyadaran, kembali ke islam yang rahmatan lilalamin. Jadi semua pihak untuk tenang, jangan terpropokasi.” Tutur Rimbo.(tim 01)






