Infomalukunews.com, Ambon- Kejadian mati lampu di desa Lumoy, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku memicu keresahan di tengah masyarakat.
Akibat listrik selalu padam memicuh memarahan warga masyarakat di Desa Lumoy, Kecamatan Ambalau Kab Bursel. Mereke menilai kepala ranting Ambalau tak becus untuk melayani PLN Ambalau.
Menurut warga masyarakat Lumoy, hal ini bukan hanya sekali terjadi, tetapi pemadaman listrik itu terjadi pada bulan puasa hingga pada Senin, 31 Maret 2025 pukul 07.00 WIT pagi sampai dengan 12.15 WIT malam pihak PLN Ambalau tidak memberikan keterangan resmi terkait masalah tersebut.
Merespon hal itu, Ketua KAMMI Ambon, Isrun Fatsey, mengecam keras terjadinya mati lampu yang terjadi saat ini.
Isrun menekankan, bahwa kejadian ini menunjukkan kurangnya perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, seperti halnya lampu jalan dan pelayanan penting lainnya.
Oleh karna itu, ia menegaskan bahwa Kepala PLN Wilayah harus segera mengambil tindakan dalam bentuk evaluasi kinerja maupun menggantikan posisi kepala ranting Ambalau saat ini. “Ungkapnya.
“Pelayanan fasilitas umum seperti lampu ini kan penting. Sebab, ekonomi masyarakat juga akan stabil dan masyarakat aman dan nyaman,” ujar Isrun Fatsey melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/4/2025).
Pasalnya, kejadian ini tidak hanya menghambat aktifitas masyarakat. Menurutnya sangat merugikan warga masyarakat Desa Lumoy.
Oleh karna itu, Isrun Fatsey yang juga ketua umum KAMMI Ambon mendesak agar Kepala PLN Kecamatan Ambalau segera di copot.
Selain itu, setelah melakukan penelusuran mendalam, kejadian mati lampu kerap terjadi selama bulan suci Ramadan tanpa ada penjelasan yang jelas dari PLN Ambalau.
“KAMMI Ambon akan terus memantau perkembangan kejadian ini dan mendesak Kepala PLN untuk segera mengambil tindakan yang tepat,” tegas Isrun Fatsey. (IM-G)







