Infomalukunews.com,Kairatu- Kebijakan pemerintah Orde Baru di masa Soeharto yang menetapkan swasembada beras turut menggeser keberadaan pangan lokal yang dulunya menjadi makanan pokok komunitas lokal di Indonesia.
Harga beras yang cukup terjangkau sampai dengan saat ini karena pengaruh dari kebijakan tersebut menyebabkan hampir seluruh masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai sumber pangan pokok.
Atas dasar ini kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memanfaatkan Dana Hibah UKIM tahun 2026 dilaksanakan di Jemaat GPM Rambatu pada 28 -30 Agustus 2026. Kegiatan PkM tersebut diketuai oleh J. L. Hursepuny dengan anggota masing-masing satu orang dosen dan dua orang mahasiswa yaitu D. S. Nenkeula dan mahasiswa Milando Patty dan Glorio Tomasoa.
Tim PkM UKIM disambut meriah oleh anak-anak Rambatu dengan memainkan tarian cakalele sebagai tarian penyambutan pada tanggal 28 Agustus 2026. Memanfaatkan momen ini, malamnya dilakukan pembinaan bina spiritualitas bagi seluruh pelayan jemaat GPM Rambatu. Pada tanggal 29 Agustus 2026, sehari penuh tim memberikan kegiatan PkM kepada seluruh Majelis Jemaat GPM Rambatu. Pemateri pertama, J. Hursepuny memaparkan tentang bagaimana beras menjadi sumber pangan pokok yang seharusnya tidak boleh menggantikan pangan lokal yang lain.
Hursepuny menjelaskan bahwa “beras” telah menjadi makanan “privilege” sejak zaman kolonial dan diteruskan pada masa Orde Baru. Padahal komunitas lokal memiliki ketersediaan sumber pangan lokal yang cukup melimpah namun tidak dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat setempat. Jarak yang jauh antara Rambatu dengan pusat kota menjadikan jemaat ini sebagai jemaat yang harus menyelaraskan antara konsumsi beras dengan makanan pokok lokal. Dan memang penyelarasan ini dikuatkan dengan tersedianya umbi-umbian dan labu siam secara melimbah di jemaat GPM Rambatu.
Pemateri kedua, D. Nenkeula selanjutnya memberikan dorongan-dorongan psikologis yang pada intinya berusaha mengingatkan para pelayan agar mengedukasi jemaat untuk tetap mengusahakan pangan lokal sebagai sumber protein keluarga.
Penyajian materi-materi ini mendapatkan respon positif dari Majelis Jemaat dengan enam orang penanggap yang bersyukur bahwa kegiatan PkM ini semakin menegaskan keberadaan pangan lokal di jemaat sebagai sumber protein yang menyehatkan jemaat. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara.
Kegiatan PkM oleh Hursepuny sebagai ketua kegiatan dengan Ketua Majelis Jemaat GPM Rambatu Pdt. R. Makatita, S. Si Teol.(IM-DW)







