Advokasi dan Pemetaan Guru serta Tenaga Kependidikan Di Lakukan Dikbud Aru.

- Publisher

Sunday, 2 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com,Ambon – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru lewat dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat upaya pemerataan tenaga pendidik melalui kegiatan Advokasi dan Sinkronisasi Perhitungan serta Pemetaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jenjang PAUD Pendidikan Dasar, , dan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan.

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru ini berlangsung di Aula Gereja Bethel Dobo, Selasa (28/7/2026),

Kegiatan tersebut tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekda Aru, Adolof Pokar.

Pantauan media ini dalam kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sementara sebagai Nara sumber dari BKPSDM dan Bagian Organisasi Setda, dan kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Kepulauan Aru sebagai peserta.

Plh Adolof Pokar menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing. Menurutnya, salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan adalah tersedianya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas, tersebar secara merata, serta sesuai dengan kebutuhan di setiap satuan pendidikan.

“Ketersediaan, distribusi, dan kualitas pendidik maupun tenaga kependidikan menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Karena itu, kegiatan advokasi dan sinkronisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah dalam menyusun kebijakan berbasis data,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, melakukan advokasi guna menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya data yang valid dan mutakhir sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan.

“Kita tidak bisa merencanakan pembangunan pendidikan dengan baik tanpa data yang akurat. Data menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang akan diambil,” katanya.

Tujuan kedua adalah melakukan sinkronisasi perhitungan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan berdasarkan jumlah rombongan belajar, rasio guru dan peserta didik, serta beban kerja yang nyata di lapangan.

Sementara tujuan ketiga ialah melakukan pemetaan terhadap sebaran guru dan tenaga kependidikan guna mengetahui daerah yang mengalami kelebihan maupun kekurangan tenaga pendidik, baik pada sekolah negeri, swasta, satuan PAUD, maupun lembaga pendidikan nonformal dan kesetaraan.

Pokar mengakui bahwa hingga saat ini pemerataan guru masih menjadi tantangan di Kabupaten Kepulauan Aru. Masih terdapat sekolah yang kekurangan guru kelas, guru mata pelajaran tertentu, hingga tenaga administrasi. Sebaliknya, terdapat pula sekolah atau wilayah yang mengalami penumpukan tenaga pendidik.

“Melalui kegiatan ini kita berharap lahir rekomendasi yang objektif, adil, dan dapat ditindaklanjuti bersama sehingga penataan guru dan tenaga kependidikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengajak seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab serta menyampaikan data secara jujur dan akurat. Selain itu, komunikasi dan koordinasi antar jenjang pendidikan maupun antarwilayah perlu terus dibangun agar hasil sinkronisasi benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan kebutuhan tenaga pendidik.

“Hasil dari kegiatan ini akan menjadi acuan dalam perencanaan kebutuhan serta penataan ASN, PPPK, maupun tenaga Non-ASN di sektor pendidikan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Pokar menegaskan komitmen Pemkab Kepulauan Aru untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Pendidikan yang berkualitas tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat agar layanan pendidikan semakin merata dan berkualitas bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Kepulauan Aru,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aris Gainau, Sekretaris Dinas Yadi Wibowo, pejabat administrator, pejabat fungsional umum dan fungsional khusus di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.(IM-DW)

Berita Terkait

Operasi SAR Berhasil, Lima Awak Kapal Yuni Bahari Selamat dari Insiden Kebocoran di Perairan Banda Kapal
Wali Kota Ambon Buka Sosialisasi Bela Negara, Dorong Generasi Muda Jadi Benteng Kognitif NKRI
HAK JAWAB BENDAHARA DPRD KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT.
HUT ke-73 SMP Negeri 1 Dobo, Kadis Pendidikan Kepulauan Aru Luncurkan Empat Aplikasi Digital Berbasis Website
Ketua Umum Komando HAM Maluku Desak Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Dugaan Korupsi Bansos Maluku Tengah
Kasdam XV/Pattimura Resmi Tutup Diklat SPPI KDKMP dan KNMP TA 2026 di Dodik Bela Negara
MALUKU, NTT, PAPUA MERASA TERLUKA! Aparat penegak hukum Segera Tangkap Akmal Maulana.
Ketua TP PKK Ambon Tegaskan Kegiatan PIM Maluku Tidak Gunakan Anggaran Pemerintah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 2 August 2026 - 15:53 WIT

Operasi SAR Berhasil, Lima Awak Kapal Yuni Bahari Selamat dari Insiden Kebocoran di Perairan Banda Kapal

Sunday, 2 August 2026 - 12:12 WIT

Advokasi dan Pemetaan Guru serta Tenaga Kependidikan Di Lakukan Dikbud Aru.

Saturday, 1 August 2026 - 17:04 WIT

HAK JAWAB BENDAHARA DPRD KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT.

Saturday, 1 August 2026 - 16:05 WIT

HUT ke-73 SMP Negeri 1 Dobo, Kadis Pendidikan Kepulauan Aru Luncurkan Empat Aplikasi Digital Berbasis Website

Saturday, 1 August 2026 - 15:59 WIT

Ketua Umum Komando HAM Maluku Desak Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Dugaan Korupsi Bansos Maluku Tengah

Berita Terbaru