IM-Piru,
Yudin Hitimala, layak disebut fenomenal. Jika namanya kini bertengger di antara para pemenang pemilihan legislatif bersamaan dengan Pilpres lalu itu bukan tanpa cerita. Di balik kesuksesan dirinya, ada sosok seorang ibu yang sehari-hari melakoni pekerjaannya sebagai penjual sagu keliling.
Yudin ternyata caleg pemula di daerah pemilihannya yang pertama mencalonkan diri, namun lansung lolos ke kursi legislatif. Dia bahkan tercatat sebagai peraih suara terbanyak diantara 84 rivalnya termasuk incumbent.
Lalu siapakah sosok ibu tersebut? sosok yang tak pernah terlihat lelah di wajahnya, ketika pulang ke rumah usai menjual sagu ini adalah Hapsa Henaulu. Wanita paruh baya berusia 52 tahun itu adalah ibunda Yudin
Wanita janda asal Negeri Buano Utara, Kecamatan Waesala, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, setiap hari pergi membawa “dagangan sagunya” untuk memenuhi kebutuhan makan minum dan pendidikan anak-anaknya.
Ibu yang akrab disapa “mama Apu” ini, demi kebutuhan anak-anaknya rela menyeberang lautan diantara pulau Buano dan Jazirah Leihitu. Nama mama Apu memang tidak asing lagi di telinga warga Negeri Asilulu, Ureng, Negeri Lima, Larike, dan Wakasihu, jasirah tersebut.
Ombak dan arus selama perjalanan lebih dari 8 jam, dari pulau Buano tentu saja melelahkan namun baginya dianggap hal biasa dan bukan sebagai penghalang.
Pendapatan dari menjual sagu di Leihitu itu lah yang ia sisihkan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya, mulai dari sekolah dasar, hingga melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.
“Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kita sendiri mau untuk merubahnya,” ujarnya mantap ditemui infomaluku.news
Hapsa terus berjuang keras. Dia berharap suatu kelak anaknya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan mengangkat diri dan anak-anaknya dari garis kemiskinan.
Hanya dengan bermodal menjual sagu, walau penghasilan yang seadanya itu kadang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.p
Namun perjuangan disertai doa tak sia-sia bagi Hapsa Henaulu. Puteranya yang bernama Yudin Hitimala berhasil lolos ke kursi legislatif periode 2019-2024 DPRD Kabupaten SBB.
Yudin berhasil meraih dukungan luas masyarakat di daerah pemilihannya, Kecamatan Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa. Uniknya, ada kopi, gula, rokok yang disumbang sukarela ratusan masyarakat untuk konsolidasi pemenangan dirinya ke kursi legislatif, yang terbukti di hari pencoblosan 17 April 2019 lalu.
Tak ada alasan, bagi politisi Partai Hanura itu untuk mengabaikan harapan para pemilihnya. Dia mengaku memiliki hutang budi atas dukungan mereka.(ABU)



