IM, Ambon – Pihak BWS Maluku akan segera menyelesaikan kerusakan akses jalan warga yang rusak akibat proyek pembangunan Cekdam atau tanggul penghambat di kawasan Ahuru.
Dalam hal ini, Satuan kerja PJSA Balai wilaya sungai Maluku (BWS), Muhamad Hasbi ST, Mengatakan. Pihaknya akan melakukan pekerjaan jalan yang rusak akibat alat berat pada saat pelaksanaan proyek cekdam itu.
“kami akan melakukan pekerjaan jalan yang rusaka sepanjang 400 meter yang di biayai pelaksanaan proyek”, jelas Hasbi kepada Media Info Maluku News, Selasa (14/9)
Lanjutnya, Muhamad mengatakan, pekerjaan jalan rusak nantinya akan di kawal bersama dan di awasi Pihak Kejaksan, Kepolisian, dan PMKRI, serta masyarakat setempat.
“Ia nanti kita akan kawal bersama proses perbaikan jalan yang rusak Akibit alat berat”, ujarnya.
Selain itu, Pihak pelaksana lapangan proyek cekdam, PT Diyan Nugraha Saotanre. Bapak Wahid yang di jumpai wartawan di lokasi proyek, dirinya mengatakan sebelum proyek pekerjaan cakdam di kerjakan, pihaknya sudah melakukan rialisasi pekrjaan sesuai keinginan warga dan sudah ada kesepakatan bersama.
“Kita sudah melakukan suwadaya bagi masyarakat lewat RT, dan mereka bersedia, kami pihak proyek juga sudah memberikan meterial dan bahan-bahan yang lain yang di butuhkan beserta upah untuk pekerjaan sesuai permintaan Pak RT setempat”, ungkap Wahid.
Lanjutnya, saat ini pihaknya dan BWS akan melakukan rapat, membahas perbaikan jalan yang rusak, sihingga saat ini pekerjaan jalan di hentikan sementara
“Kata pak RT, cuwaca yang kurang baik, sehingga perbaikan jalan di tunda semetara”, jelasnya.
Bagai mana di ketahui, menanggapi hal ini yang bermula dari Puluhan warga berjalan kaki dari depan Maluku City Mall (MCM) ke Kantor BWS Maluku yang terletak di Jl. Mr, Chr. Soplanit, Rumah Tiga, Teluk Ambon, untuk meminta perhatian mengatasi jalan yang rusaka akibat alat berat proyek cekdam. (IM02)






