AMBON-Dalam upaya meminimalisir potensi banjir di Kota Ambon, Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku secara bertahap akan membangun beberapa cek dam pada lima Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Ambon.
Cek Dam seperti diketahui berfungsi bukan saja untuk mencegah erosi di daerah atas tapi juga pengendali banjir di sebuah DAS.
Sedang membangun sebuah cek dam prosesnya tidak mudah. Selain anggaran yang besar, butuh kajian dari berbagai aspek terutama lingkungan.
“Dan tentunya semua itu melalui Jakarta, dan prosesnya tidak bisa satukaligus. Yang sudah disetujui Kementerian baru Cek Dam Rinjani ini,” ungkap Satker PJSA (Pelaksanaan Jaringan Sumber Air) BWS Provinsi Maluku Muhammad Hasbi, Senin ((30/8).
Lima DAS tersebut masing-masing, DAS Way Batu merah, Way Batu Gajah, Way Batu Gantung, dan Way Ruhu (Galala).
“Jadi bukan zero, atau nol ya, tapi diminimalisir banjir di Kota Ambon ini,” imbuh Hasbi.
Dijelaskan, kendala yang dihadapi pihaknya akui Hasbi, hanya pada pembebasan lahan, juga rumah-rumah warga yang harus digantirugi.
Karena itu pihaknya mengapresiasi stetmen Walikota Ambon yang akan mengupayakan pembebasan lahan Cek Dam Rinjani, di Way Batumerah.
Menurutnya proyek tersebut bukan hanya butuh dukungan pemerintah tapi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Way Batumerah itu sendiri.
Proyek yang dianggarkan senilai Rp 138 miliar lebih itu dipastikan mulai jalan tahun ini. Targetnya selesai Juli tahun 2023.
Dilaksanakan dua perusahaan yakni PT Gaya Konstruksi sebagai pemenang tender, dengan JO dilaksanakan oleh PT Mandiri Sejahtera.
Dengan lama pelaksanaan pekerjaan 420 hari kalender, tidak termasuk pemeliharaan.
“Jadi bulan dua belas lah, tahun 2023 Cek Dam Rinjani selesai,” tandasnya.
Muhammad Hasbi berharap proyek yang dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB) itu dapat terlaksana sesuai target yang ditentukan.
Apalagi pembiayaannya bersumber anggaran pinjaman bank luar negeri.
“Susah, dapatnya, kalau Rinjani berhasil sudah tentu empat DAS lain jadi gampang,” ujarnya (pom)






