Infomalukunews.com,Ambon – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengingatkan para lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai tujuan akhir pendidikan. Sebaliknya, ilmu pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus diwujudkan melalui karya, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku saat Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister dan Doktor Periode Oktober 2026, di Auditorium Unpatti, Ambon, Senin (2/11/2026).
Dalam sambutan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, wisuda memang menjadi momen penting sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan akademik. Namun, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan, tantangan sesungguhnya bagi seorang lulusan perguruan tinggi bukan sekadar memperoleh pekerjaan atau menyandang gelar akademik, melainkan bagaimana pengetahuan yang dimiliki dapat menjawab berbagai persoalan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Gubernur juga menyoroti perubahan global yang berlangsung semakin cepat, terutama perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan persoalan sosial ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut generasi muda, khususnya para lulusan perguruan tinggi, untuk memiliki kemampuan beradaptasi, terus belajar, serta mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
Mengutip pandangan Albert Einstein, Gubernur menyebutkan bahwa ukuran kecerdasan seseorang terletak pada kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan.
Karena itu, keunggulan sumber daya manusia ke depan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga kemampuan mengembangkan pengetahuan menjadi gagasan dan solusi inovatif.
Lebih lanjut, Gubernur mengatakan Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor perikanan, pertanian, perkebunan, energi, pariwisata hingga kekayaan budaya.
Namun, seluruh potensi tersebut tidak serta-merta menghadirkan kesejahteraan apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, serta mampu menciptakan nilai tambah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.
Dalam konteks itu, Universitas Pattimura dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia di Maluku.
Unpatti diharapkan terus memperkuat perannya melalui pengembangan riset dan inovasi yang sesuai dengan karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan, terutama pada sektor ekonomi biru, perubahan iklim, energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Gubernur juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi harus mampu membentuk pribadi yang memiliki karakter dan integritas.
Mengutip Nelson Mandela, pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Namun, kekuatan pendidikan akan semakin bermakna apabila ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan pembentukan karakter.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menitipkan tiga pesan penting kepada para lulusan Unpatti.
Pertama, gelar akademik jangan hanya menjadi identitas di belakang nama, tetapi harus diwujudkan melalui kemampuan, inovasi dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kedua, para lulusan harus terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Ketiga, menjaga integritas dan karakter dengan menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, menghargai keberagaman serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Maluku, seperti Pela Gandong dan semangat hidup orang basudara.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap para lulusan Unpatti tidak melupakan daerah asal dan tanggung jawab sosial setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia menegaskan, masa depan Maluku tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi terutama ditentukan oleh kualitas manusia yang mampu mengelola potensi, mengembangkan pengetahuan, menciptakan inovasi dan membawa perubahan bagi daerah.
“Maluku membutuhkan pikiran, keahlian dan karya saudara-saudara,” demikian pesan Gubernur kepada para wisudawan dan wisudawati.(IM-03)







