InfomalukuNews.com, Namrole – Bupati Buru Selatan, La Hamidi secara resmi membuka Turnamen Bupati Cup Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Utama Namrole, Jumat (31/10/2026). Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, sekaligus sebagai ajang seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) Tahun 2027.
Bupati Buru Selatan mengatakan, semangat olahraga telah mempertemukan masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan dalam satu lapangan kebersamaan. Menurutnya, turnamen ini harus dimaknai lebih dari sekadar pertandingan untuk memperebutkan gelar juara.
“Hari ini, semangat olahraga mempertemukan kita dalam satu lapangan kebersamaan. Dari berbagai desa dan kecamatan, kita hadir membawa semangat yang sama, semangat untuk berprestasi, semangat untuk bersatu, dan semangat untuk membanggakan Kabupaten Buru Selatan,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, Bupati Cup tahun ini memiliki makna penting. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi momentum untuk mempersiapkan bibit-bibit atlet potensial Buru Selatan yang akan berlaga di POPMAL Maluku 2027 mendatang.
Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa selalu bertumpu pada semangat, persatuan, dan peran generasi muda. Karena itu, ia berharap Bupati Cup tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang bagi anak muda Buru Selatan untuk menunjukkan bakat dan membangun kepercayaan diri.
“Saya berharap para pelatih dan pihak terkait dapat menjadikan turnamen ini sebagai kesempatan untuk melihat potensi atlet secara langsung, melakukan evaluasi, serta mengidentifikasi pemain yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk terus berkembang,” katanya.
Lebih jauh, Bupati mengingatkan tentang pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal Buru Selatan, yakni Kai Wait, yang mengandung nilai persaudaraan, kebersamaan, dan ikatan kekeluargaan.
“Nilai-nilai Kai Wait inilah yang harus kita bawa ke dalam setiap pertandingan. Kita boleh berbeda seragam, berbeda tim, dan saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Namun, kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai orang Maluku, khususnya Buru Selatan yang menjunjung tinggi persaudaraan,” tegasnya.
Bupati juga berpesan, agar jangan sampai perbedaan tim membuat masyarakat saling bermusuhan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Bupati Cup sebagai wadah mempererat hubungan antar pemuda dari berbagai daerah.
“Kita boleh menjadi lawan selama pertandingan, tetapi kita tetap saudara setelah pertandingan. Kita boleh bersaing untuk meraih juara, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi pemenang yang sesungguhnya,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Bupati berpesan kepada seluruh peserta untuk bertanding dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi sportivitas, hormati keputusan wasit, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Menanglah dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan jiwa besar,” pungkasnya. (IM-RB)






