JEMBATAN WAITOMU DAN MAKNA SEBUAH PENGABDIAN UNTUK NEGERI

- Publisher

Sunday, 25 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon-Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak dibatasi oleh tempat kelahiran, melainkan diwujudkan melalui tanggung jawab, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi bagian penting dalam pembangunan Jembatan Waitomu yang dikerjakan Kodam XV/Pattimura di Kota Ambon.

Pembangunan tersebut tidak sekadar berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga mencerminkan semangat pengabdian prajurit TNI dalam mendukung pembangunan daerah dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak diukur dari keuntungan pribadi, tetapi dari komitmen menjalankan amanah dan memberikan kontribusi terbaik bagi kepentingan rakyat.

“Pengabdian bukan tentang apa yang kita peroleh, melainkan tentang apa yang dapat kita berikan. Di mana pun kita bertugas, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sebab, kemajuan negeri adalah tanggung jawab bersama, dan setiap kontribusi yang tulus akan menjadi bagian dari warisan kebaikan bagi generasi mendatang,” ujar Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, seorang prajurit yang mendapat amanah bertugas di suatu daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik, tanpa memandang apakah daerah tersebut merupakan tanah kelahirannya atau bukan. Nilai pengabdian justru tercermin dari kesungguhan dalam menjalankan tugas serta komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan wilayah tempat mengabdi.

Dalam konteks pembangunan Jembatan Waitomu, orientasi utama yang perlu dikedepankan adalah manfaat bagi masyarakat, termasuk dukungan terhadap penataan kawasan, kelancaran aktivitas warga, serta upaya mendorong kemajuan Kota Ambon.

Semangat pengabdian tersebut juga mengingatkan bahwa jabatan dan penugasan merupakan amanah yang pada waktunya akan berganti. Namun, kontribusi yang direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata dapat menjadi bagian dari warisan pembangunan bagi masyarakat.

“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana setiap amanah dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengabdian tidak mengenal batas asal-usul. Selama kita memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, kita harus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi daerah tempat kita bertugas,” lanjutnya.

Kodam XV/Pattimura memandang bahwa pembangunan dan kepentingan masyarakat harus senantiasa berjalan beriringan. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, kepatuhan terhadap ketentuan hukum, serta perhatian terhadap aspek lingkungan dan penataan kawasan tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan pembangunan.

Keterbukaan terhadap masukan dan pengawasan publik juga menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jembatan Waitomu menjadi momentum untuk merefleksikan arti pengabdian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap pihak memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pembangunan, baik melalui pemikiran, tenaga, maupun kontribusi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Bagi Kota Ambon dan masyarakat Maluku, semangat membangun negeri merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk bekerja demi kepentingan masyarakat, selama setiap langkah dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.

Sebab, pengabdian sejati bukan diukur dari tempat seseorang dilahirkan, melainkan dari bagaimana ia menjalankan amanah dan meninggalkan kontribusi yang bermanfaat bagi negeri yang dilayaninya. (Pendam 15)

Berita Terkait

Ketua DPRD Maluku Tolak Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih
Wisata Kur Mendunia! Setelah Australia, Kini Turis Jerman Berlabuh di Hirit
JUMAT KELILING KAPOLDA MALUKU: SERAP ASPIRASI WARGA, PERKUAT PELAYANAN POLRI YANG HUMANIS
lantik 48 Kepala Sekolah SD -SMP, Bupati Aru Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyalahgunaan Dana bos
Komut Gas dan Energi Syaiful Chaniago Desak Kapolda Usut Kebakaran, Narasumber Sentil Keras: Jangan Sibuk Cari Pencitraan, LPG dan BBM Langka di Maluku! Presiden Diminta Evaluasi Jabatannya
Kodam XV/Pattimura: Penataan Kawasan Sungai Waitomu Berorientasi pada Manfaat Masyarakat
Gubernur Maluku Apresiasi Kolaborasi Pemda dan OJK, Maluku dan Ambon Raih Penghargaan TPAKD Regional
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI melalui Aiko Health
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 15:20 WIT

JEMBATAN WAITOMU DAN MAKNA SEBUAH PENGABDIAN UNTUK NEGERI

Sunday, 25 October 2026 - 12:39 WIT

Ketua DPRD Maluku Tolak Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Sunday, 25 October 2026 - 12:33 WIT

Wisata Kur Mendunia! Setelah Australia, Kini Turis Jerman Berlabuh di Hirit

Saturday, 24 October 2026 - 20:04 WIT

JUMAT KELILING KAPOLDA MALUKU: SERAP ASPIRASI WARGA, PERKUAT PELAYANAN POLRI YANG HUMANIS

Saturday, 24 October 2026 - 13:58 WIT

Komut Gas dan Energi Syaiful Chaniago Desak Kapolda Usut Kebakaran, Narasumber Sentil Keras: Jangan Sibuk Cari Pencitraan, LPG dan BBM Langka di Maluku! Presiden Diminta Evaluasi Jabatannya

Berita Terbaru

Daerah

JEMBATAN WAITOMU DAN MAKNA SEBUAH PENGABDIAN UNTUK NEGERI

Sunday, 25 Oct 2026 - 15:20 WIT