Infomalukunews.com Dobo — Upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menata kembali Taman Kota Dobo setelah terbengkalai selama kurang lebih 10 tahun justru diwarnai dugaan perusakan fasilitas dan aktivitas konsumsi minuman keras (miras) oleh oknum yang belum diketahui identitasnya.
Kondisi ini sangat disayangkan. Di tengah upaya pemerintah daerah membenahi wajah Kota Dobo, masih ditemukan indikasi tindakan yang berpotensi menghambat penataan fasilitas publik yang seharusnya dijaga dan dimanfaatkan bersama.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kini gencar melakukan penataan kembali kawasan Taman Kota Dobo. Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel.
Penataan kawasan ini diarahkan untuk menjadikan Taman Kota Dobo sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus ruang publik yang indah, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain mempercantik wajah kota, pengelolaan kawasan tersebut diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang kerja baru bagi warga lokal.
Namun, harapan tersebut terancam apabila fasilitas yang sedang dibenahi justru dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pantauan di lokasi pada Kamis (15/10/2026) menemukan serpihan botol minuman keras berserakan di kawasan taman. Selain itu, pintu palang masuk taman juga dilaporkan menjadi sasaran dugaan perusakan.
Temuan tersebut memunculkan keprihatinan, mengingat fasilitas itu sedang ditata agar dapat dinikmati masyarakat sebagai ruang rekreasi dan tempat berkumpul yang nyaman.
DINAS PAREKRAF TEMPUH JALAN DOA, HARAP PELAKU SADAR
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Aru memilih mengedepankan pendekatan spiritual dengan menggelar doa bersama di kawasan Taman Kota Dobo.
Doa dipimpin oleh hamba Tuhan, Pdt. V. Sapulette. Sebelumnya, kawasan taman tersebut juga telah didoakan oleh sejumlah hamba Tuhan lainnya.
Kegiatan doa bersama itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, E. Maelissa, bersama para kepala bidang, kepala subbagian, serta staf di lingkungan dinas tersebut.
Melalui doa bersama ini, diharapkan pihak-pihak yang diduga melakukan tindakan tidak bertanggung jawab dapat menyadari perbuatannya dan tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum.
Pendekatan tersebut menjadi bentuk harapan agar kawasan Taman Kota Dobo dapat terjaga dari tindakan yang mengganggu proses penataan dan pengembangannya.
BELUM ADA RENCANA LAPORAN POLISI
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait disebut belum berencana melaporkan dugaan perusakan dan pencurian tersebut kepada pihak kepolisian. Dinas terkait masih mengedepankan dukungan doa dengan harapan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Meski demikian, perlindungan terhadap fasilitas publik tetap menjadi hal penting. Apabila ditemukan unsur tindak pidana, langkah penanganan sesuai ketentuan hukum dapat dipertimbangkan untuk memberikan perlindungan terhadap aset daerah.
Identitas pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut juga belum diketahui. Karena itu, diperlukan informasi dan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab.
MASYARAKAT DIMINTA JAGA ASET DAERAH
Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan turut mendukung program pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah daerah. Penataan Taman Kota Dobo bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran daerah merupakan aset publik yang manfaatnya harus dirasakan bersama. Merusak fasilitas tersebut sama saja dengan menghambat upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih baik.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian fasilitas yang telah dibenahi.
Jangan biarkan taman yang sedang dibangun kembali justru rusak sebelum manfaatnya dirasakan masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga fasilitas umum dari perusakan, pencurian, dan penyalahgunaan.
Taman Kota Dobo diharapkan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Aru, ruang rekreasi yang nyaman, sekaligus salah satu penunjang kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah.(IM-DW)







