Infomalukunews.com, Namrole — Gerak cepat Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri Dusun Emori, Desa Namrinat, Kecamatan Namrole, mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.
Warga secara swadaya membangun rumah ternak agar bisa menanam ubi kayu atau kasbi di pekarangan tanpa bergantung pada APBD. Inisiatif ini dipelopori Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Rumah Roti Emori, Roswel Nurlatu.
Apresiasi itu disampaikan Bupati Bursel, La Hamidi, saat menghadiri gerakan penanaman kasbi dan peletakan batu pertama rumah ternak di Dusun Emori, Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan warga terhadap program strategis hilirisasi ubi kayu.
“Saya atas nama pemerintah daerah mengapresiasi gerakan penanaman kasbi dan pembangunan rumah ternak oleh Komunitas Warga Bursel Mandiri Dusun Emori, serta Pak Roswel yang telah menginisiasi,” kata La Hamidi.
Bupati menjelaskan, GSJA Rumah Roti Emori yang dipimpin Roswel telah memfasilitasi penyediaan bahan untuk pembangunan rumah ternak. Tujuannya agar warga bisa mengandangkan ternak dan fokus menanam kasbi di pekarangan, tanpa harus berkebun jauh dari rumah.
Menurut La Hamidi, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat dibutuhkan pemerintah daerah maupun pusat. Tanpa menunggu dana APBD, Roswel rela merogoh kocek pribadi untuk memulai gerakan swadaya.
“Kalau di 81 desa ada sosok seperti Pak Roswel, pemerintah daerah tidak akan pusing. Ini harus dicontoh para kepala desa di Bursel. Pak Roswel berinisiatif duluan tanpa anggaran, nanti anggaran akan mengikuti,” tegas Bupati.
Gerakan di Dusun Emori dinilai luar biasa, karena mendahului rencana strategis pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian baru menargetkan program hilirisasi ubi kayu pada 2027, sementara Pemda Bursel baru merancangnya beberapa bulan lalu. (IM-RB)







