Oleh:Tim PKM UKIM:
Rouli Retta Trifena Sinaga, Henky H. Hetharia, Titria A. Metiary, dan Maherainny Telussa
Infomalukunews.com,Hatusua-Literasi Keagamaan yang Inklusif Berbasis Perspektif Pastoralia Transformatif merupakan salah satu agenda religious yang berguna untuk mendorong umat beragama menghidupi cara beriman yang kritis, konstruktif, dan pastisipatif dalam mewujudkan integrasi nasional dan peradaban pluralis universal multidimensi. Dalam rangka itu peran gereja lokal dalam memelihara perdamaian lewat literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dibutuhkan. Literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dan holistik perlu diimplementasikan gereja, sehingga gereja harus bersikap arif dan proaktif agar dapat menanggulangi berbagai konflik antarumat beragama juga persoalan lain yang kompleks. Hal tersebut menegaskan bahwa gereja wajib terlibat dalam dan melibatkan masyarakat dengan menggali berbagai sumber daya sosial dan kultural bersama yang telah membentuk pemahaman teologis, peraturan, dan praksis bergerejanya sekaligus perlu direkonstruksi, agar relevan di mana gereja berada.
Literasi keagamaan yang inklusif merupakan kondisi ideal bagi kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Selama ini Negara Indonesia, termasuk gereja, telah mendasari dan mengusahakan kehidupan antarumat beragama dengan literasi keagamaan yang inklusif seturut ideologi Pancasila secara berkelanjutan. Penulisan literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dipandang masih langka di kalangan warga gereja, khususnya kaum muda, di Jemaat GPM Hatusua. Belum ada hasil karya tulis literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif sedemikian di Jemaat GPM Hatusua. Padahal, ada keinginan untuk membangun relasi dan literasi keagamaan yang inklusif yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, pelatihan literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif di Jemaat GPM Hatusua dilakukan sebagai upaya meningkatkan kecerdasan literasi dalam hubungan antarumat beragama di kalangan kaum muda setempat dan nantinya berkontribusi untuk kecintaan terhadap literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif yang berpengaruh terhadap pengembangan pelayanan jemaat. Kegiatan ini berhasil dilakukan oleh Tim PKM Universitas Kristen Indonesia Maluku, yang terdiri atas dua orang dosen, yakni: Dr. Rouli Retta Trifena Sinaga, M.Si. dan Dr. Henky H. Hetharia, M.Th., serta dua orang mahasiswa, yakni: Titria A. Metiary dan Maherainny Telussa.
Kegiatan PKM Pelatihan Penulisan Literasi Keagamaan yang Inklusif Berbasis Perspektif Pastoralia Transformatif kepada AMGPM Ranting I Diaken dan AMGPM Ranting II Diaken di Jemaat GPM Hatusua ini dihadiri oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpotensi, yakni: kaum muda Jemaat GPM Hatusua dalam lingkup Angkatan Muda GPM, khususnya kepada AMGPM Ranting I Diaken dan AMGPM Ranting II Diaken di Jemaat GPM Hatusua. Mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan berkomitmen untuk aktif dalam membangun relasi yang penuh keharmonisan, serta kerjasama dengan masyarakat Muslim yang berdomisili di wilayah sekitarnya. Proses ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan saluran media sosial untuk menyebarluaskan pesan-pesan damai dan persaudaraan antaragama yang berorentasi pada spirit kemanusian bersama. Melalui kegiatan ini proses pengembangan pengetahuan dan keterampilan kaum muda jemaat setempat dalam hal menulis literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dan berkontribusi bagi peningkatan spirit pelayanan dan pengembangan gereja berlangsung. Melalui kegiatan ini pula kaum muda di Jemaat GPM Hatusua berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa melalui penanaman nilai keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dan penyebarluasan literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Majelis Jemaat GPM Hatusua, Pdt. E. Septory, S.Si., yang juga turut terlibat sebagai peserta dalam kegiatan PKM ini dari awal sampai akhir. Materi kegiatan PKM ini diberikan oleh Dr. Rouli Retta Trifena Sinaga, M.Si. dan Dr. H.H. Hetharia, M.Th. Selain materi diberikan oleh kedua narasumber tersebut, para peserta juga mengisi lembaran Pre-Test dan Post-Test, serta Check List. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan, yakni: persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Beberapa luaran PKM ini, yakni: (1) kegiatan pemberdayaan kaum muda dalam rangka penulisan literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dan portofolio peserta yang menunjukkan perkembangan kemampuan dan keterampilan menulis; serta (2) publikasi ilmiah berupa video kegiatan dalam bentuk Youtube, artikel di Jurnal PKM, dan berita di media massa elektronik. Selanjutnya, kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara kegiatan PKM, pemberian 20 eksemplar modul, juga ucapan terima kasih dari Tim PKM kepada mitra, yakni: Jemaat GPM Hatusua, khususnya AMGPM Ranting I Diaken dan AMGPM Ranting II Diaken di Jemaat GPM Hatusua, selain foto bersama dengan Ketua Majelis Jemaat GPM Hatusua dan peserta PKM. (IM-DW)







