Infomalukunews.com,Ambon,– Pelayanan pada loket penjualan tiket di Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kembali menjadi sorotan publik.
Dugaan adanya pungutan di luar ketentuan dalam proses pembelian tiket membuat sejumlah warga pengguna jasa mengaku kecewa terhadap pelayanan PT Dharma Indah.
Keluhan warga tersebut muncul lantaran adanya dugaan pungutan tambahan saat melakukan pembelian tiket. Warga mempertanyakan dasar pungutan tersebut dan meminta agar seluruh biaya yang dibebankan kepada penumpang disampaikan secara transparan.
Menurut salah satu warga, Alex, sebagai pengguna jasa transportasi laut, mereka berhak memperoleh pelayanan yang jelas, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apalagi, Pelabuhan Tulehu menjadi salah satu pintu utama mobilitas masyarakat dari dan menuju Pulau Ambon serta sejumlah wilayah di Maluku Tengah.
“Sesuai harga tiket Rp148.000, penumpang membeli tiket berikan uang Rp150.000, sisa Rp2000 tidak di kembalikan. Ini kan aneh, kalau di kalikan dengan ratusan penumpang masuk jutaan rupiah diraup,” ujar Alex warga Malteng.
Ia menambahkan, bila memang ada biaya tambahan, harus dijelaskan untuk apa dan dasar aturannya apa. Jangan sampai masyarakat membayar lebih dari tarif yang sebenarnya. “Tegasnya. Senin, (10/8/2026).
Warga juga mempertanyakan mekanisme penjualan tiket di loket. Mereka berharap petugas memberikan bukti pembayaran yang mencantumkan secara jelas komponen biaya yang dibayarkan oleh setiap penumpang.
Dugaan tersebut kemudian memunculkan desakan agar pihak PT Dharma Indah melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan di loket Pelabuhan Tulehu. Warga meminta perusahaan memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan pelayanan tiket untuk menarik pungutan di luar ketentuan.
Selain pihak perusahaan, warga berharap instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap aktivitas pelayanan di pelabuhan turut turun tangan untuk memastikan proses penjualan tiket berjalan sesuai aturan.
Menurut mereka, persoalan pungutan tambahan tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap operator transportasi laut.
“Kalau benar ada pungutan yang tidak sesuai aturan, harus ditindak. Tetapi kalau tidak benar, pihak terkait juga harus memberikan klarifikasi supaya masyarakat tidak terus dibuat bingung,” ujar warga lainnya.
Masyarakat juga meminta agar tarif tiket resmi dan seluruh komponen biaya yang harus dibayarkan penumpang dipasang secara terbuka di area loket. Dengan demikian, penumpang dapat mengetahui secara pasti jumlah pembayaran yang harus dikeluarkan.
Di tengah keluhan tersebut, warga berharap PT Dharma Indah dapat memberikan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan di Pelabuhan Tulehu. Transparansi tarif, mekanisme pembayaran dan pemberian bukti transaksi dinilai penting untuk mencegah munculnya dugaan pungutan liar.
Hingga berita ini ditayangkan, dugaan pungutan tersebut dari pihak PT Dharma Indah dan instansi terkait belum memberikan keterangan secara resmi. (Tim -IM)





