Infomalukunews.com,Tual – Kendala transportasi laut menghambat perputaran ekonomi di Kepulauan Kur, Kota Tual. Warga mempertanyakan rute pelayanan kapal feri yang jadwalnya berkurang drastis.
Berdasarkan keluhan warga yang dihimpun media ini, Rabu 29/04/2026, kapal feri yang sebelumnya beroperasi 4 kali dalam sebulan kini hanya 1 kali sebulan.
Minta Kejelasan Pemkot Tual dan ASDP
Warga meminta kejelasan dari Pemerintah Kota Tual dan PT ASDP Indonesia Ferry sebagai BUMN yang mengelola langsung KM Feri.
“Kapal feri yang sebelumnya beroperasi 1 bulan 4 kali, sekarang 1 bulan 1 kali.
Kami minta kejelasan,” kata salah satu warga Kepulauan Kur yang enggan disebut nama.
Berkurangnya jadwal pelayaran berdampak pada distribusi sembako, hasil laut, dan mobilitas warga antar pulau.
Harga barang naik karena pasokan tersendat. Nelayan kesulitan mengirim hasil tangkapan ke Tual.
Desak Solusi Cepat
Warga berharap Pemkot Tual segera berkoordinasi dengan ASDP untuk menormalkan kembali rute pelayaran. Transportasi laut menjadi nadi ekonomi Kepulauan Kur yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan bergantung pada kapal feri.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Perhubungan Kota Tual dan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Tual terkait penyebab berkurangnya jadwal pelayaran.(Tim Liputan)







