Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sebaga Kiprah Moral Dalam Tantangan Era Postrhut

- Publisher

Wednesday, 4 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah sayap pergerakan dalam Muhammadiyah yang bersentuhan langsung dengan Mahasiswa. Berangkat dari awal berdirinya 14 Maret 1964 IMM telah merakit sejarah di tengah kemelutnya bangsa Indonesia yang diporak-porandakan dengan sistem ekonomi, politik, serta tindakan korupsi yang di normalisasikan oleh aktor intelektual hingga membawa pada kemiskinan, dan mewabah pada kehidupan sosial. Ditengah dinamika kehiduapn bangsa Indonesia seperti itu, Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah mendidik dan mengekpos kader-kadernya agar tetap survive pada ruang kesadaran dan tereliminasi dari kelompok korup yang rusak mental dan moralnya. Didikan moral dan intelektual menjadi wajangan pada setiap ruang diskursus, karna marol sebagai pemandu dalam tindakan manusia

IMM menjadi Ladang didikan mental dan moral serta merawat kultur intelektual pada kader-kader muda Muhammadiyah yang bergerilya didalamnya, hal ini bukan menjadi wacana baru, akan tetapi dalam rentetan sejarah pergerakan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah telah tercatat sebagai organisasi yang memprioritaskan moralitas, dan intelektualitas. Pemikir yang gagasanya familier seperti Jean-Paul Sartre juga menerangkan bahwa Manusia bebas memilih tindakan, moralitas adalah tentang memperlakukan orang lain dengan hormat dalam kebebasan tersebut. Pemikiran jean paul sarte ini mengindikasan pada kita bahwa moral dalam masyarakat sebagai pemandu dalam Tindakan, jika moral itu rusak maka berpengaruh pada setiap tindakan atau kebijakan yang di ambil.

Pada era post truth ini, ditengah arus informasi yang cepat mewabah, kaders IMM semakin tertantang untuk terus melakukan dakwa mempertahankan intelektualitas kader agar tidak tercerabut dari nilai moral, ketahudian, dan ilmu pengetahuan yang menjadi warisan dalam tubuh IMM. Tantangan di era postruth dan era disrupsi digital membawa IMM pada jembatan dilematis antara Kemajuan atau Kemunduran, untuk itu memanfaatkan platfom media sebagai ladang dakwa mengekspor ideologi IMM agar tetap eksis pada pergerakan. Ladang berdakwa yang semakin meluas ini, dengan meningkatan literasi digital, melalui gagasan yang produktif untuk dilayangkan di platfom media.

Pada tahun 1992 Steve Tesich merangkai sebuah majalah yang menjadi informasi pengatahuan baru di Amerika Serikat, pada subtansinya Steve Tesich menerangkan bahwa fenomena dimana opini dan emosi lebih kuat mempengaruhi publik dari pada fakta objektif. (Lewat majalah inilah, berkembang hingga adanya kata era postruth atau fakta yang objektif kurang berpengaruh, emosi peribadi dan opini lebih memobilisasi media,). Hal ini pun menjadi tantangan dan kajian kritis serta sebagai bahan evaluasi agar menjadikan media social, untuk mengekspor gagasan yang produktif dan menyalurkan edukasi yang baik pada pegiat media sosial, Tuntutan zaman membawa arah pergerakan kader kembali menyusun strategi gerakan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, agar IMM tetap pada ruh pergerakannya.

Era postrhut dan tantangan berdakwah

Ditengah dinamika social di era postrhut ini, emosi pribadi yang dikemas dalam bentuk tulisan atau opini sangat mempengaruhi konstruksi berfikir kader. Era Postrhut memang sebagai momok yang menakutkan, karena merasuk masuk pada ruang pergerakan, melemahkan kultur intelektual, moral dan kesadaran kader dalam berorganisasi. Dengan serangan opini dan wacana yang berasaskan atas ketidak kebenaran yang membanjiri platfom media social. Dalam kondisi seperti ini. kaders IMM harus menjadi benteng ideologis yang bergerak, dan berdiri kokoh dalam menghadapi tantagan zaman. Dengan menguatkan nilai-nilai keagamaan dan moral serta membentuk kader yang berkarakter tinggi melalui metodologi berdakwah yang inklusif.

Penguatan metodologi berdakwa yang inklusif pada era postrhut

Keberagaman pemikiran sering kali menjadi polemik dalam perdebatan ideologi yang membawa pada pengklaiman kebenaran (truth claim) antara kelompok untuk menolak adanya esensi pluralisme keberagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pikiran kita harus ditopang oleh muatan intelektual supaya dapat memahami agama sebagai varian sosioligis melalui interaksi yang baik bukan sinkretisme teologis. Cakrawala berfikir luas dalam konteks keagaman dapat menopang kader untuk berdakwah secara Inklusif tampa melihat, suku, agama ras. Trikompentsi (Relijiutas, intelektualitas dan Humanitas) menjadi roll dalam berdakwah secara kompleks, serta meumbuhkan kesadaran, dan memompa moral kader

Penguatan moral pada era postrhut

Arus informasi tidak objektif di Era postrhut menjadi tantangan yang tidak dapat dibendung dan juga menerobos nilai-nilai keagaman, social, budaya, moral serta merusak karakter kader. untuk Memperkuat nilai-nilai tersebut adalah mempertajam analisa, dengan menyelami alam intelektual sebagai modal penguatan kesadaraan dalam berdakwah. Moral tetap menjadi isu hangat disetiap perbincangan, menekan pentingnya moral juga tidak terlepas dari sang patron pergerakan kita Nabi Muhammad Saw yang di setiap segala aktivitasnya meninggalkan nilai moral yang tidak terhitung jumlahnya

penulis mengamati segala dinamika yang terjadi diatas menyimpulkan bahwasannya indicator, rusaknya moral dan lemahnya penguatan intelektual kader dikarenakan ketidakmampuan kita dalam menjaga spirit pergerakan, kurangnya implementasi nilai-nilai yang terpatri dalam tubuh organisasi dan sering kali kita dininabohohkan dengan era distrasiksi digital yang membawa pada lumpur kebodohan maka sebagai kader ummat kader bangsa dengan melalui pergumulan zaman di era kontemporer ini, kita dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran terutama IMM sebagai Wadah dan memperbaiki moral kader dengan tawaran metedologi yang lebih progresif (red)

Berita Terkait

KNPI Maluku Ultimatum GM PLN UIW Maluku–Malut Turun Gunung Atasi Krisis Listrik di Kur
Diduga Dibobol Maling, Perhiasan Emas Milik Setiandi Lenyap
Isu Lama DPRD Kembali Mencuat, Bupati KKT Minta Semua Dibuka.
Wali Kota Mengkukuhkan Pengurus Sanggar Seni Tamariska Kota Ambon
Kamar Operasi RSUD Haulussy Diduga Bermasalah, Aparat Diminta Turun Tangan
Pembangunan Gedung Baru MUI Akan Monumental Bagi Ummat Islam
Polda Maluku Didesak Tindak Oknum Aktivis Pelaku Teror dan Intimidasi Pejabat Publik
Trayek Kapal Sabuk Nusantara Dihapus Sepihak, Komisi III DPRD Maluku Murka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 March 2026 - 07:40 WIT

KNPI Maluku Ultimatum GM PLN UIW Maluku–Malut Turun Gunung Atasi Krisis Listrik di Kur

Thursday, 26 February 2026 - 04:28 WIT

Diduga Dibobol Maling, Perhiasan Emas Milik Setiandi Lenyap

Wednesday, 25 February 2026 - 19:28 WIT

Isu Lama DPRD Kembali Mencuat, Bupati KKT Minta Semua Dibuka.

Friday, 20 February 2026 - 08:01 WIT

Wali Kota Mengkukuhkan Pengurus Sanggar Seni Tamariska Kota Ambon

Thursday, 12 February 2026 - 18:49 WIT

Kamar Operasi RSUD Haulussy Diduga Bermasalah, Aparat Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru