Pilkada Lewat DPRD: Bagaimana Nasib Demokrasi Maluku.

- Publisher

Wednesday, 7 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Salidin Wally

Infomalukunews.com. Ambon–Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka. Dalih efisiensi anggaran dan stabilitas politik sering dijadikan pembenaran. Namun bagi Maluku, gagasan ini bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral, melainkan ancaman serius terhadap masa depan demokrasi lokal. Pertanyaannya: apakah demokrasi akan dirawat atau justru dikebiri?

Demokrasi yang Dipersempit

Pilkada langsung memang tidak sempurna. Tetapi mekanisme ini membuka ruang partisipasi rakyat untuk menentukan pemimpinnya. Di Maluku yang sarat keragaman etnis, agama, dan kultur, hak memilih secara langsung memiliki makna yang jauh lebih dalam: ia menjadi instrumen legitimasi sosial, perekat politik, dan ruang konsensus bersama.

Jika kewenangan memilih diserahkan kepada DPRD, demokrasi berpotensi direduksi menjadi proses elitis. Rakyat akan kehilangan hak menentukan masa depan pemerintahannya, Demokrasi yang seharusnya milik publik berubah menjadi arena kesepakatan elite.

Oligarki Lokal dan Politik Transaksional.

Realitas politik Maluku belum sepenuhnya bebas dari politik uang dan dominasi elite tertentu, Hubungan kepentingan antara pengusaha, partai politik, dan kekuasaan bukan rahasia. Jika pilkada ditarik ke DPRD, ruang transaksi politik justru menjadi semakin sempit, tertutup, dan sulit diawasi publik.

Efisiensi biaya sering dijadikan alasan, tetapi dalam praktiknya politik tertutup justru berpotensi lebih mahal. Yang dihemat hanyalah biaya negara, sementara biaya politik dan ongkos demokrasi dibayar dengan mahal oleh masyarakat dalam bentuk kebijakan yang tidak berpihak.

Legitimasi Sosial yang Rapuh

Maluku memiliki sejarah sosial yang sangat sensitif. Pemilihan langsung selama ini memaksa calon pemimpin untuk membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Di situlah jembatan sosial terbentuk.

Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, legitimasi pemimpin berpotensi rapuh. Pemerintah mudah dipersepsikan hanya sebagai representasi kelompok politik tertentu, bukan sebagai penjelmaan kehendak rakyat, Jurang antara masyarakat dan pemerintah bisa semakin terbuka.

Efisiensi Bukan Satu-satunya Jawaban

Benar bahwa pilkada langsung memerlukan biaya besar. Namun bukan berarti solusi terbaik adalah mengurangi hak politik rakyat. Yang harus dibenahi adalah regulasi pendanaan politik, pengawasan yang efektif, serta pendidikan politik masyarakat, Demokrasi memang mahal, tetapi ketidakadilan jauh lebih mahal harganya.

Maluku di Persimpangan

Jika pilkada lewat DPRD diberlakukan, Maluku berpotensi mundur ke fase ketika rakyat hanya menjadi objek kekuasaan. Demokrasi kehilangan substansinya, tinggal prosedur tanpa ruh partisipasi.

Maluku membutuhkan pemimpin yang lahir dari kepercayaan publik, bukan produk kesepakatan elite.

Pada titik ini, demokrasi Maluku berada di persimpangan jalan: apakah akan terus memperkuat kedaulatan rakyat, atau menyerahkannya kembali pada mekanisme yang menutup ruang partisipasi?. (IM-06).

Berita Terkait

Kecamatan Kepulauan Manipa Jauh dari Perhatian Pemerintah, Transportasi Laut Mandek, Gangguan Listrik Berkepanjangan, dan Telekomunikasi Terbatas
Hujan Tak Hentikan Edukasi Keselamatan, Polda Maluku Kampanyekan Helm SNI dan Larangan Bermain HP Saat Berkendara”
Sinergi PT Mattoari Cipta Pesona dan Kodam XV/Pattimura, Serahkan 4 Unit Kendaraan serta Alkap untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat
Kantor UPP Kelas III Dobo Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran untuk Wujudkan Transportasi Laut yang Aman
Rekrutmen Presisi Berjalan Transparan, 27 Calon Tamtama Polri di Maluku Lolos Tahap Psikologi dan PMK
Ini Tugas yang diberikan Bupati Kaidel kepada PLT Kadis Pendidikan dan kebudayaan.
Wali Kota Ambon Buka Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Sosial, Tekankan Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos
Wawali Tual: Messi Berpeluang Ulangi Bola Emas di Piala Dunia 2026
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 25 June 2026 - 01:23 WIT

Kecamatan Kepulauan Manipa Jauh dari Perhatian Pemerintah, Transportasi Laut Mandek, Gangguan Listrik Berkepanjangan, dan Telekomunikasi Terbatas

Thursday, 25 June 2026 - 01:03 WIT

Hujan Tak Hentikan Edukasi Keselamatan, Polda Maluku Kampanyekan Helm SNI dan Larangan Bermain HP Saat Berkendara”

Thursday, 25 June 2026 - 00:58 WIT

Sinergi PT Mattoari Cipta Pesona dan Kodam XV/Pattimura, Serahkan 4 Unit Kendaraan serta Alkap untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat

Wednesday, 24 June 2026 - 19:25 WIT

Kantor UPP Kelas III Dobo Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran untuk Wujudkan Transportasi Laut yang Aman

Wednesday, 24 June 2026 - 08:36 WIT

Rekrutmen Presisi Berjalan Transparan, 27 Calon Tamtama Polri di Maluku Lolos Tahap Psikologi dan PMK

Berita Terbaru