Ketergantungan Pangan dari Luar Jadi Bom Waktu, Maspaitella Ingatkan Bupati SBB soal Inflasi

- Publisher

Monday, 22 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews,com. PIRU–Ketergantungan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terhadap pasokan pangan dari luar daerah dinilai menjadi bom waktu ekonomi yang sewaktu-waktu dapat memicu lonjakan harga dan tekanan inflasi di tingkat lokal. Senin (22/12/2025).

Peringatan itu disampaikan oleh Marsel Maspaitella, menyusul melemahnya kapasitas fiskal daerah dan kian terasa­nya kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar rakyat.

Menurut Maspaitella, struktur ekonomi SBB saat ini berada dalam kondisi rawan. APBD yang menurun, PAD yang kecil, serta pemotongan dana transfer pusat membuat ruang gerak pemerintah daerah untuk mengendalikan harga menjadi sangat terbatas.

Di saat yang sama, sebagian besar kebutuhan pangan mulai dari beras, telur, bawang, cabai, hingga komoditas lain masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Ketika daerah tidak punya kemandirian pangan, maka harga di pasar sangat bergantung pada cuaca, ongkos angkut, dan kelancaran distribusi. Sedikit saja terganggu, harga langsung melonjak. Ini bom waktu inflasi,” kata Maspaitella, Senin (22/12).

Ia menilai, kondisi tersebut semakin berbahaya karena perputaran ekonomi masyarakat SBB sedang lesu. Belanja pemerintah menurun akibat keterbatasan APBD, sementara daya beli warga tertekan oleh naiknya harga kebutuhan pokok.

Maspaitella menegaskan, kenaikan harga secara riil di lapangan adalah fakta yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, inflasi bukan semata persoalan statistik, tetapi soal kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Rakyat tidak hidup dari tabel BPS, rakyat hidup dari harga di pasar. Kalau harga naik terus dan pemerintah daerah tidak punya strategi, maka inflasi lokal akan menjadi kenyataan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite yang dinilai memperparah situasi. Ketika Pertalite kosong, biaya transportasi dan distribusi ikut naik, lalu dibebankan ke harga barang di tingkat konsumen.

Dalam situasi seperti ini, Maspaitella menilai pemerintah daerah tidak bisa lagi bersandar pada kebijakan jangka pendek atau sekadar rapat koordinasi. Ia mendesak Bupati SBB untuk segera mengubah arah pembangunan dengan menempatkan ketahanan pangan dan pengendalian harga sebagai prioritas utama.

“Selama pangan kita masih tergantung dari luar, selama distribusi tidak dilindungi, dan selama APBD tidak diarahkan untuk ekonomi rakyat, inflasi daerah tinggal menunggu momentum,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kegagalan membaca tanda-tanda awal ini berpotensi membuat masyarakat SBB menanggung beban ganda: harga kebutuhan pokok yang terus naik di tengah ekonomi yang melemah.

“Ini bukan soal politik dan suka atau tidak suka, ini soal tanggung jawab. Pemerintah daerah harus bertindak sebelum rakyat benar-benar tidak mampu bertahan,” pungkas Maspaitella. (IM-03)

Berita Terkait

Kecamatan Kepulauan Manipa Jauh dari Perhatian Pemerintah, Transportasi Laut Mandek, Gangguan Listrik Berkepanjangan, dan Telekomunikasi Terbatas
Hujan Tak Hentikan Edukasi Keselamatan, Polda Maluku Kampanyekan Helm SNI dan Larangan Bermain HP Saat Berkendara”
Sinergi PT Mattoari Cipta Pesona dan Kodam XV/Pattimura, Serahkan 4 Unit Kendaraan serta Alkap untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat
Kantor UPP Kelas III Dobo Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran untuk Wujudkan Transportasi Laut yang Aman
Rekrutmen Presisi Berjalan Transparan, 27 Calon Tamtama Polri di Maluku Lolos Tahap Psikologi dan PMK
Ini Tugas yang diberikan Bupati Kaidel kepada PLT Kadis Pendidikan dan kebudayaan.
Wali Kota Ambon Buka Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Sosial, Tekankan Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos
Wawali Tual: Messi Berpeluang Ulangi Bola Emas di Piala Dunia 2026
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 25 June 2026 - 01:23 WIT

Kecamatan Kepulauan Manipa Jauh dari Perhatian Pemerintah, Transportasi Laut Mandek, Gangguan Listrik Berkepanjangan, dan Telekomunikasi Terbatas

Thursday, 25 June 2026 - 01:03 WIT

Hujan Tak Hentikan Edukasi Keselamatan, Polda Maluku Kampanyekan Helm SNI dan Larangan Bermain HP Saat Berkendara”

Thursday, 25 June 2026 - 00:58 WIT

Sinergi PT Mattoari Cipta Pesona dan Kodam XV/Pattimura, Serahkan 4 Unit Kendaraan serta Alkap untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat

Wednesday, 24 June 2026 - 19:25 WIT

Kantor UPP Kelas III Dobo Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran untuk Wujudkan Transportasi Laut yang Aman

Wednesday, 24 June 2026 - 08:36 WIT

Rekrutmen Presisi Berjalan Transparan, 27 Calon Tamtama Polri di Maluku Lolos Tahap Psikologi dan PMK

Berita Terbaru