Infomalukunews.com,SBB- Persoalan Sengketa lahan antara Pihak Olsekssi dan Masyarakat Dusun Pelita Jaya yang berlarut – larut tanpa ada penyelesaian dan kepastian hukum membuat Manager PT. Space Islan Maluku Meninggalkan pertemuan mediasi antara Pemda DPRD Keluarga olseksi dan perwakilan masyarakat desa Kawa serta Dusun Pelita Jaya.
Aksi meninggalkan Ruang Pertemuan yang dipimpin oleh Sekda SBB Leverne Alvin Tuasuun, wakil ketua1 dan 2 DPRD serta dihadiri oleh anggota DPRD lainya dan OPD terkait lainnya di lantai 2 kantor bupati ini merupakan tindakan protes dari manajemen PT. SIM terhadap pemerintah daerah dan DPRD karena di anggapnya pertemuan yang sama ini sudah dilakukan berulang kali selama bertahun – tahun namun tidak ditemukan solusinya.
Kepada media ini sumber yang enggan namanya disebutkan mengatakan
” Wajar kalau pak Eko meninggalkan pertemuan itu, itu hak dia, jangankan beliau semua orang pasti marah dan bosan diperhadapkan pada persoalan yang dia alami, ini bukan investasi recehan tapi investasi ratusan miliard tetapi bukannya ada upaya dan dukungan sejuk tetapi dibiarkan begitu saja”. Ujar sumber.
“Kalau mau pelicin sampaikan saja jangan di depan publik katakan mendukung tetapi di belakang kesabaran, waktu bahkan energi PT. SIM digerogoti seperti rayap”. Lanjutnya.
Jika PT. SIM angkat kaki serta mencabut investasi dari SBB, maka akan menambah catatan serta citra buruk bagi calon investor lainnya Untuk menghitung matang – matang jika berinvestasi di Maluku, khususnya di Kab. SBB.
(KR-IM)







