Infomalukunews.com, Ambon,- Dalam momentum penting ini, Walikota Bodewin Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan pencapaian yang telah diraih serta tantangan yang masih dihadapi dalam pembangunan kota.
Dalam laporan yang disampaikan pada Sidang Paripurna DPRD (6/9/2025), Walikota Wattimena menyampaikan apresiasi atas berbagai kemajuan yang telah dicapai Kota Ambon. Namun, beliau juga menekankan perlunya perhatian terhadap sejumlah persoalan pembangunan yang masih memerlukan penanganan serius, seperti tingkat pengangguran, kualitas infrastruktur, dan pengelolaan sampah.
Tema HUT Kota Ambon tahun ini, yaitu “Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku deng Indonesia Pung Bae”, mengandung makna pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam upaya memajukan Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Ambon tahun 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 sebagai pedoman pembangunan kota untuk lima tahun ke depan.
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-450, Pemerintah Kota Ambon akan melaksanakan berbagai program dan kegiatan, antara lain pemberian bantuan modal usaha bagi pengusaha, pembentukan koperasi, penataan perparkiran, penertiban parkir tepi jalan, serta peluncuran (launching) Call Center 112 untuk meningkatkan respons layanan darurat dan mewujudkan Ambon sebagai smart city.
Walikota Wattimena mengajak seluruh warga untuk turut berpartisipasi aktif dalam membangun Kota Ambon yang lebih baik. “Dengan kerja sama dan dedikasi kita semua, Kota Ambon akan menjadi kota yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan stakeholder atas kontribusi yang telah diberikan dalam pembangunan Kota Ambon. Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus menjadi landasan dalam membangun daerah ini. Sidang Paripurna DPRD berlangsung dengan khidmat, di mana seluruh anggota dewan mengenakan pakaian adat Ambon, yaitu baju cele dan kamanian.(VLL-IM)






