Infomalukunews.com, Jakarta,- Jaringan Aktivis Muda Maluku Jakarta (JAMM – J) mendatangi Gedung Menko Pangan RI untuk melakukan audiensi terkait program pemerintah pusat di Maluku yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini bermula ketika Jaringan Aktivis Muda Maluku Jakarta (JAMM-J) menemukan kejanggalan dalam proses pelaksanaan program ini yaitu penemuan belatung pada makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Seri pada tanggal 22 Juni 2025 dan 23 Juni 2025 dan penemuan kurma yang berbelatung di SD 23 Maluku Tengah yang menyebabkan salah satu siswa mengalami kelainan yaitu muntah-muntah sehingga harus dibawah ke puskesmas terdekat.
Dalam proses Audiensi ini Jaringan Aktivis Muda Maluku Jakarta mengirimkan para anggotanya yaitu , La Ode Aindo, Adi Tamsil Kadimas, Yasir Mukadir dan Levi untuk menegosiasikan masalah ini dan mereka langsung ditemui oleh
Deputi 3 Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Ibu Nani.
La Ode Aindo dalam proses Audiensi menyampaikan penemuan belatung pada MBG bukalah masalah sepele hal ini dapat berakibat fatal pada kesehatan anak-anak di sekolah penerima manfaat dan merupakan cerminan kelalaian dari SPPG dalam proses pengawalan masalah ini.
“Oleh sebab itu kami meminta kepada Menko Pangan untuk segera mengevaluasi seluruh SPPG yang ada di Maluku khususnya daerah tempat penemuan belatung tersebut,” jelas La Ode.
Menyikapi pernyataan ini, Deputi 3 Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, mengatakan akan mengevaluasi secepatnya serta mengucapkan banyak terimakasih kepada para mahasiswa yang telah datang untuk membantu pemerintah dalam proses pengawasan setiap kebijakan publik.
Ketua Jaringan Aktivis Muda Maluku Jakarta Adi Tamsil Kadimas juga menambahkan bahwa, kedatangannya bersama teman-teman mahasiswa ini membawa niat baik agar masalah ini dapat secepatnya di atensi oleh Menko Pangan.
“Sebab kami khawatir jika masalah ini tidak secepatnya diselesaikan akan berulang di kemudian hari , dan anak-anak kami yang harus menjadi korbannya,” terang Tamsil.
“Kami juga sangat menyesalkan kelainan dari SPPG di tempat kejadian yang dianggap kurang cekatan dalam melakukan tugasnya sehingga masalah ini bisa terjadi dia juga berharap hal ini tidak terulang di Kemudian hari,” paparnya.(IM-03)






