PB Ampera Maluku sentil pemkot: Penertiban Pasar Mardika tak kunjung selesai, pasar wara dilupakan.

- Publisher

Monday, 23 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com, Ambon, -Pengurus Besar Aliansi mahasiswa peduli rakyat maluku (PB Ampera Maluku) melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kota Ambon terkait mangkraknya Gedung Pasar Wara di Air Kuning. Di tengah kisruh penertiban pedagang di Pasar Mardika, PB Ampera menilai Pemkot gagal menghadirkan solusi konkret dan cenderung bersikap reaktif tanpa perencanaan jangka panjang.

“Pemkot Ambon tidak hanya abai terhadap nasib pedagang kecil, tapi juga lalai mengelola aset publik yang dibangun dengan anggaran besar. Pasar Wara seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan justru jadi simbol pemborosan,” tegas Ketua Umum PB Ampera, Rumadhan Wahyu Pratama.

Menurutnya, penataan pedagang tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan penertiban. Diperlukan kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi rakyat. PB Ampera mendorong Pemkot memfungsikan Gedung Pasar Wara sebagai pusat aktivitas perdagangan rakyat atau basis pengembangan UMKM.

Namun jika pedagang tetap menolak menempati karena lokasi yang dianggap kurang menguntungkan, maka PB Ampera mendesak pengalihan fungsi gedung.

“Alihkan untuk pusat logistik UMKM, rumah kemasan, pasar tematik, atau pusat pelatihan ekonomi produktif. Lebih baik dialihfungsikan secara kreatif daripada menjadi bangunan mati,” lanjut Rumadhan.

PB Ampera juga menyerukan audit atas pembangunan gedung tersebut, sekaligus evaluasi kinerja pihak yang bertanggung jawab. “Jangan sampai publik hanya melihat hasil akhirnya sebagai bangunan kosong. Harus ada pertanggungjawaban penuh- baik politik maupun administratif,” tegasnya.

Bagi PB Ampera, penyelesaian konflik pedagang tidak cukup hanya dengan penertiban di lapangan. Pemerintah harus hadir dengan skema yang berpihak, berbasis kebutuhan rakyat, dan memaksimalkan aset yang selama ini terabaikan.(reed)

Berita Terkait

Blok Masela dan Masa Depan Ekonomi Maluku, Tuhepaly Dorong Pengelolaan PT Maluku Energi Abadi Profesional
Bodewin Ajak Pelajar Ambon Bangun Kebiasaan Menabung dan Investasi Sejak Dini
Konflik Adat Negeri Soya Memanas, Sejumlah Tokoh Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
Hadapi Cuaca Panas dan Kering, Gubernur Maluku Imbau Warga Waspada Karhutla
Sidang Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL, Kuasa Hukum Penggugat Soroti Klausul Eksonerasi
Ketua DPRD Maluku Dorong Literasi Keuangan Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah
Gubernur Lewerissa: 100 Tahun GPM Gatik Jadi Teladan Merawat Persaudaraan
Sidang Klinik eReL Kembali Digelar, Kuasa Hukum Soroti Klausul Pembebasan Tanggung Jawab
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 20:46 WIT

Blok Masela dan Masa Depan Ekonomi Maluku, Tuhepaly Dorong Pengelolaan PT Maluku Energi Abadi Profesional

Thursday, 3 September 2026 - 19:12 WIT

Bodewin Ajak Pelajar Ambon Bangun Kebiasaan Menabung dan Investasi Sejak Dini

Thursday, 3 September 2026 - 19:09 WIT

Konflik Adat Negeri Soya Memanas, Sejumlah Tokoh Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Thursday, 3 September 2026 - 15:01 WIT

Hadapi Cuaca Panas dan Kering, Gubernur Maluku Imbau Warga Waspada Karhutla

Thursday, 3 September 2026 - 14:49 WIT

Ketua DPRD Maluku Dorong Literasi Keuangan Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah

Berita Terbaru