Aliansi Demo di DPRD Maluku Terkait Jalan Yang Diduga Mangkrak Di Bursel 

- Publisher

Wednesday, 11 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon–Aliansi Mahasiswa Buru Selatan (AMBS) gelar aksi demostran didepan kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (11/06/2025).

Aksi yang dipimpin Kordinator Aksi (Korlap), Arto Nurlatu itu terkait masalah jalan penghubung di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) lebih khusus di Jalan Namrole-Leksula.

Pasalnya, Proyek jalan tersebut menelan anggaran sebesar Rp, 140 miliar, namun hingga saat ini belum dikerjakan tuntas oleh pihak BPJN Maluku.

“Kami berharap, DPRD Maluku panggil dan evaluasi kepala BPJN Maluku, terkait perkerjaan jalan Nasional di Kabupaten Buru Selatan, lebih tepat di jalur Leksula-Namrole,” ungkap Nurlatu.

Dirinya meminta, agar DPRD Maluku mendesak BPJN Maluku segera menyelesaikan jalan Namrole-Leksula.

“Selain itu kami juga meminta DPRD Maluku untuk panggil dan mengevaluasi kinerja PT Cakrawala Multi Perkasa atas proses pekerjaan proyek jalan di kecamatan Namrole Leksula,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, wakil Komisi III DPRD Maluku Rovik Akbar Afifudin menyebut, temuan demonstran tak hanya bisa diklarifikasi secara begitu saja, tetapi harus dilakukan tinjauan langsung dilapangan.

“Merespons sikap adik-adik demonstran, ada dua hal dalam pendapat saya, pertama; apakah kerusakan jalan dan tidak diaspal masuk kontrak atau tidak.

Kedua, alasan tahun jamak sangat administratif. Ada yang tidak beres, Rp. 1400 M. Harus direncanakan dengan baik. Ini anggaran besar,” ucapnya.

Menurutnya, persoalan yang merugikan rakyat ini akan dikonsolidasikan bersama anggota Komisi III lain.

“Dalam waktu dekat, Komisi III memiliki agenda kerja di Kabupaten Buru, dalam kesempatan itu, dirinya akan menyarankan agar seluruh anggota Komisi III turun ke titik-titik ruas jalan yang dilaporkan tersebut, Saya akan meminta dari teman-teman komisi agar kita bisa sekalian turun ke lokasi pembangunan jalan ini dalam agenda kita di Buru. Biar semua tervalidasi dan terverifikasi,” pungkasnya.

Terpisah, Satker BPJN Maluku Abdul Hamid Payapo, saat dikonfirmasih menyatakan, Pekerjaan tersebut hingga saat ini mesih terus berjalan.

“Jalan itu sampai saat ini bekerja, kontraknya berakhir 25 Juli 2025, Kalau pun melampui 25 Juli akan dikenakan denda sesuai hukum kontrak, karena pekerjaan ini sesuai kontrak perusahan,” ucapnya singkat.

Sementara itu, kontraktor pada pekerjaan tersebut menyatakan, pekerjaan itu sudah tiga kali menyesuaikan kontrak (Addendum).

“Sudah tiga kali Addendum pak,” singkatnya. (IM-03).

Berita Terkait

Bangun Integritas dan Cegah Kejahatan Sejak Dini, Ditreskrimsus Polda Maluku Bekali Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ambon
Dinas Pendidikan Gelar Sosialiasi Petunjuk Teknsi SPMB di Kecamatan Leksula 
Jubir Pemkot: Seluruh Program Pembangunan Melalui Mekanisme Perencanaan, Bukan Nepotisme.
Meriahkan HUT RI Ke-81 Dan HUT Ke-25, DPC Demokrat Kota Tual Gelar Lomba Rakyat
PWM Maluku Gelar ToT Agen dan Verifikator SatuMu, Perkuat Tata Kelola Data Muhammadiyah Berbasis Digital
Di HUT ke-81, Watubun Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Desak Penguatan Kebijakan Daerah Kepulauan
Sahertian: Potensi Negeri Adat Harus Dikembangkan, Jangan Hanya Jadi Simbol Budaya
Latukaisupy: Cinnabar Harus Ditata, Bukan Dibiarkan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 26 August 2026 - 18:04 WIT

Bangun Integritas dan Cegah Kejahatan Sejak Dini, Ditreskrimsus Polda Maluku Bekali Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ambon

Wednesday, 26 August 2026 - 10:30 WIT

Dinas Pendidikan Gelar Sosialiasi Petunjuk Teknsi SPMB di Kecamatan Leksula 

Wednesday, 26 August 2026 - 09:05 WIT

Meriahkan HUT RI Ke-81 Dan HUT Ke-25, DPC Demokrat Kota Tual Gelar Lomba Rakyat

Wednesday, 26 August 2026 - 00:16 WIT

PWM Maluku Gelar ToT Agen dan Verifikator SatuMu, Perkuat Tata Kelola Data Muhammadiyah Berbasis Digital

Wednesday, 26 August 2026 - 00:10 WIT

Di HUT ke-81, Watubun Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Desak Penguatan Kebijakan Daerah Kepulauan

Berita Terbaru